Menyongsong Tahun Baru 2012

Tahun baru. Sebentar lagi tahun 2011 akan berlalu, harapan dan keinginan disandarkan pada tahun 2012 nanti, yang digambarkan dengan shio Naga. Pertunjukan spektakuler, pesta kembang api, tiupan terompet, bahkan kegiatan yang bersifat religipun dilakukan dalam penyambutan tahun baru.

Selain melakukan pesta secara berkelompok, masing-masing individu tentu mempunyai evaluasi, target dan realisasi, demi sebuah perubahan di tahun baru. Ada beberapa hal pengalaman pribadi yang saya bagikan kepada sahabat dalam menyambut tahun baru.

Introspeksi diri. Sebagai manusia tentu kita memiliki kekurangan, namun kadang kita tidak pernah mengakui hal itu, karena terbelenggu dengan ego berlebihan. Menyadari diri kalau pernah berbuat keliru dengan alasan “tak ada manusia yang sempurna” janganlah dijadikan untuk suatu pembenaran diri. Melakukan perbaikan terhadap kekeliruan yang kita lakukan sehingga tidak terulang kembali, itulah yang menjadi tujuan introspeksi diri.

Bangkit dari masa lalu. Setiap individu mempunyai sejarah masing-masing. Pengalaman pahit yang kita alami terkadang membuat semangat kita menjadi lumpuh sehingga larut terlalu lama. Hingga suatu ketika seorang sahabat mengatakan, “Udahlah kawan, masa lalu itu adalah sebuah spion, dan masa depan adalah kaca depan. Spion hanya kaca kecil yang sesekali kamu lihat, namun kaca depan lebih luas dan itulah yang sering kamu lihat.”

Komitmen realisasi. Tidak salah jika orang mengatakan hidup adalah perjuangan. Jika kita bersemangat untuk introspeksi diri dan berkata Saya harus bangkit,” bersemangatlah untuk memperjuangkan komitmen itu sendiri dan jangan setengah-setengah.

Jika ada kalimat yang salah selama kita bergaul, itu murni karena kekeliruan dan bukan kesengajaan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan semoga di tahun baru nanti kesuksesan senantiasa menghampiri sahabat semua.

“Tiada kata seindah syair, tiada mutiara seindah kebesaran hati sahabat, dan saat malam mulai menyapa, perlahan kupejamkan mata dan kusandarkan hati, hingga teduh dalam buaian sinar sang rembulan, tak terasa mentari bersinar membawa harapan-harapan baru untuk aku peluk dan mengucapkan, terima kasih Tuhan, jadikanlah kami lebih baik dari tahun sebelumnya.”

Iklan