Menulis Oh Menulis

Menulis. Saat menulis mungkin anda pernah menjadi processor super canggih. Dalam hitungan detik, mampu menggali ide dan menuangkan tiga, empat, lima bahkan sepuluh artikel. Atau mungkin anda pernah menjadi processor yang paling lelet, sehingga anda lambat loading dan menjadikan anda malas untuk menari di atas keyboard? Itu semua tidak masalah jika anda masih senang untuk menulis.

April 2010. Saya mulai mengenal dunia yang disebut dengan blogosphere. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memiliki sebuah blog dengan nama budiarnaya.com, yang bertemakan “Make your self useful to others.”  Blogwalking dan komentar sahabat (entah itu nyambung atau OOT) di artikel yang saya sajikan, mampu membuat saya bergairah untuk menulis hingga mendapatkan beberapa tali asih dalam acara kontes. Saat itu saya yakin “Setiap lirikan mata adalah sebuah inspirasi sebagai konduktor ide ke dalam otak menjadi sebuah tulisan.” 

Januari 2011. Kegiatan menulis mulai megap-megap, hiatus parah dan akhirnya budiarnaya.com hangus ditelan kemalasan. Filosofi-filosofi yang sering saya gali hingga menjadi ide tulisan semuanya hangus ditelan waktu.

Maret 2011. Tepatnya 13 Maret 2011 kerinduan untuk berkunjung dan menulis kembali hadir begitu saja. Dengan penuh keyakinan, saya mencoba mengumpulkan kembali puing-puing semangat untuk menulis dan mengontrak sepetak lahan di wordpress.com seperti sekarang ini.

Motivasi dari sahabat dan senior menambah gairah untuk berkarya dan berkarya. Sebagai manusia tentu kita mempunyai keterbatasan, dan saya tidak tahu sampai kapan akan bertahan untuk menulis, namun demikian “Selama kita mampu dan diberi kesempatan, kenapa tidak terus menulis, meskipun hanya sebaris kalimat.”

Artikel ini tidak diikutsertakan dalam kontes apapun 😆

 *Buat Dhila13, paketnya sudah sampai, terima kasih banyak ya..

Iklan