Skip to content

Hari Ibu : Perempuan Dengan Tradisi Nikeh (nikar)

22/12/2011

Pengerajin Tikar

Perempuan di atas adalah Ni Ketut Waning umur 80 tahun. Nenek yang tinggal di Dsn. Dauh Marga, Ds. Delod Berawah, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana-Bali ini masih mempertahankan tradisi nikeh (membuat tikar), kendati para wanita penerus lebih memilih untuk mencari profesi lain yang dianggap lebih layak dari segi penghasilan.

Potret ini diikut sertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh  Ibu Fauzan dan  Mama Olive.

47 Komentar leave one →
  1. 24/12/2011 5:22 am

    eayng masih semangat ya.. memukau bli..

  2. 24/12/2011 3:24 am

    tradisi adalah sebuah keindahan yg tersembunyi
    ada kepuasan batin yg melebihi hitungan materi

  3. 23/12/2011 6:47 pm

    Karpetnya Aladin pun tak mampu mengikis tradisi nikeh ya bli, ‘pesan’ tersampaikan melalui teknik potret yang bagus. salam

Trackbacks

  1. Tua Muda Jadi Bingung | ceritabudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: