Beranda > Informasi > Hari Ibu : Perempuan Dengan Tradisi Nikeh (nikar)

Hari Ibu : Perempuan Dengan Tradisi Nikeh (nikar)

Pengerajin Tikar

Perempuan di atas adalah Ni Ketut Waning umur 80 tahun. Nenek yang tinggal di Dsn. Dauh Marga, Ds. Delod Berawah, Kec. Mendoyo, Kab. Jembrana-Bali ini masih mempertahankan tradisi nikeh (membuat tikar), kendati para wanita penerus lebih memilih untuk mencari profesi lain yang dianggap lebih layak dari segi penghasilan.

Potret ini diikut sertakan dalam Kontes Perempuan dan Aktivitas yang di  selenggarakan  oleh  Ibu Fauzan dan  Mama Olive.

Iklan
  1. 24/12/2011 pukul 5:22 am

    eayng masih semangat ya.. memukau bli..

    • 24/12/2011 pukul 6:28 am

      Jika beliau masih semangat, kenapa kita tidak bisa yach

  2. 24/12/2011 pukul 3:24 am

    tradisi adalah sebuah keindahan yg tersembunyi
    ada kepuasan batin yg melebihi hitungan materi

    • 24/12/2011 pukul 6:28 am

      Tidak ada yang melebihi keindahan bathin yach..

  3. 23/12/2011 pukul 6:47 pm

    Karpetnya Aladin pun tak mampu mengikis tradisi nikeh ya bli, ‘pesan’ tersampaikan melalui teknik potret yang bagus. salam

Comment pages
  1. 29/12/2011 pukul 3:11 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: