Skip to content

Merawat Rumah Cinta

18/12/2011

Cinta. Siapa yang tidak mengenal istilah ini, gampang diucapkan kadang sulit untuk dipahami. Dan pertanyaannya adalah apakah kita mampu memberikan rasa cinta kepada orang yang kita cintai dengan tulus, jujur dan apa adanya? Hal ini tergantung besar kecilnya hati nurani kita dalam memahami perasaan cinta itu sendiri, karena cinta tidak mencari sebuah kemenangan.

Perkawinan. Mengingat kembali keindahan pasca menikah membawa kita kembali ke nuansa muda penuh gairah. Saat itu saya merasakan hal yang berbeda dari biasanya, ketika masih pacaran hendak mencium keningnya saja masih tengok kanan dan kiri (berani namun ragu).

Namun ketika sudah menikah, entah itu ketemu di ruang tamu, dapur maupun depan rumah, rangkulan dan kacang ijo satu sendok (KISS) tidak pernah absen dalam setiap pertemuan kami. Setiap hari selalu ingin bertemu, bahkan ketika ada yang mengompori dengan mengatakan “wah pengantin baru nich,” pulang kerja bukan makanan yang ada dipikiran saya, namun istrilah yang pertama saya peluk. Bahkan ketika saya diperintah untuk mengikuti sekolah peningkatan karier, secara tegas saya menolak kesempatan itu dengan satu alasan, “saya pengantin baru.”

Seiring dengan berjalannya waktu, saya menyadari kalau jalan tidak selamanya lurus dan datar, suatu ketika kita akan dihadapkan pada jalan yang berkerikil, tikungan, tanjakan dan turunan. Sayur yang saya rasakan kurang garam, mungkin saja menurut dia sudah cukup. Disinilah waktu untuk memahami cinta itu sendiri.

Ketika saya memperjuangkan cinta dengan tujuan berumah tangga, sayapun menjaga cinta itu ibarat  “merawat sebuah rumah cinta” dengan beberapa resep/kiat sebagai berikut:

Pagar kasih sayang. Ketika lahan (rasa) itu sudah ada, kita perlu memagarinya dengan kasih sayang. Dalam berumah tangga berbeda prinsip dan pengertian itu wajar, namun bagaimana kita menyikapi dan merawatnya dengan kasih sayang tanpa harus dengan kekerasan (perkataan maupun fisik).

Pondasi kesetiaan dan pengertian. Kesetiaan dan pengertian dalam berumah tangga akan menghangatkan cinta itu sendiri. Setia kepada cinta yang kita ucapkan dan mengerti kepada keadaan istri. Melakukan pekerjaan ibu rumah tangga ketika istri tidak mampu melakukannya bukan berarti kita masuk kategori suami-suami takut istri, namun lebih kepada terbentuknya suatu kerjasama yang kuat dalam berumah tangga.

Tiang kejujuran. Jujurlah terlebih dahulu kepada diri kita, karena itu menjadikan kita dihormati oleh pasangan hidup. Jangan pernah kelak-kelok/bengkok dengan kejujuran yang kita miliki. Dengan kejujuran akan memberikan ketenangan dalam menata kebahagian dalam rumah tangga.

Pintu dan jendela keterbukaan. Rumah tangga bisa disebut sehat jika pintu dan jendela keterbukaan berfungsi dengan baik. Dan ini mutlak disediakan sebagai sirkulasi udara. Bagaimana kita mengetahui keinginan masing-masing, jika kita tidak saling terbuka? Ketika kita memfungsikan keterbukaan, komunikasi dalam berumah tangga akan dapat bersimfoni dengan indah.

Atap agama dan yuridis. Cinta tanpa atap agama dan yuridis akan sulit untuk dipertanggung jawabkan dan tidak menemukan suatu kenyamanan. Kita tidak bisa mengandalkan ego masing-masing dan kita harus menyadari bahwa proses penyatuan cinta yang disyahkan secara agama dan yuridis tidak bisa melibatkan dua hati, dua fisik atau dua roh, namun melibatkan dua keluarga besar. Jadi ketika terjadi suatu permasalahan selesaikan secara kekeluargaan dengan baik sehingga kesucian proses pernikahan akan tetap terjaga.

Taman kebahagiaan. Kebahagian dalam rumah tangga adalah harapan setiap orang. Lalu bagaimana kita membuat taman itu? Bahagia itu relatif dan kita sendirilah yang mengukurnya. Tanaman yang kita sediakan di taman hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Dengan demikian kita mampu menata dengan baik.

Kesimpulan.

Sebuah rumah akan aman jika pagarnya terawat dengan baik, sebuah rumah akan kokoh jika pondasinya kuat, sebuah rumah akan tegar jika tiangnya  tidak bengkok, sebuah rumah akan sehat jika pintu dan jendelanya berfungsi dengan baik, sebuah rumah akan sejuk dan nyaman jika atapnya tidak bocor dan sebuah rumah akan indah jika tamannya tertata dengan baik.

Setiap kepala dan juru masak tentu mempunyai resepnya masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama yaitu keutuhan cinta dalam berumah tangga. Begitu juga dengan berumah tangga, kita dipersatukan bukan untuk menjadi satu, namun kita dipersatukan untuk mencapai satu tujuan yaitu “Keluarga Yang Bahagia.” Itulah alasan kenapa saya sangat mencintai rumah, karena rumah memberikan motivasi untuk keutuhan cinta.

Sebagai penutup, saya secara pribadi dan keluarga berdoa kepada sahabat terkasih “Zootera dan suami,” semoga senantiasa diberi kesehatan, dijauhkan dari segala halangan dan didekatkan dengan segala kesuksesan, serta diberikan kekuatan dan ketegaran hati dalam membina rumah tangga sehingga menjadi keluarga yang bahagia.

“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5th Anniversary Giveaway: Ce.I.eN.Te.A yang diselenggarakan oleh zoothera

 

31 Komentar leave one →
  1. 05/01/2013 10:19 pm

    terima kasih resepnya, cinta …

  2. 07/06/2012 8:26 am

    info yang bagus untuk merawat rumah nih….

    http://www.pendidikaninggris.com conversation dengan rahasia kemunafikan bahasa inggris…

  3. 21/12/2011 1:52 pm

    wew… keren seperti bangunan yang kokoh ya… hehe

  4. 19/12/2011 10:21 pm

    Semoga setiap rumah tangga dapat terjaga dalam menjalani setiap likunya dg landasan sayang yg tulus.
    Go Bli!

  5. 19/12/2011 8:47 pm

    Boleh dong tulisan ini disimpan untuk bekal saat berumah tangga nanti🙂
    Gudlak ngontesnya ya🙂

  6. budiastawa permalink
    19/12/2011 5:53 pm

    Memang betul bro… Merawat lebih sulit daripada membuat / membangun. Apalagi rumah tangga, tentu godaan dan tantangannya banyak, baik intern maupun ekstern😀 Good Luck, man! Moga tulisan you dapat lagi!!

    • 19/12/2011 9:03 pm

      Karena biar bagaimana biaya perawatan pasti lebih besar kan, trims brow, semoga lekas sembuh

  7. 19/12/2011 12:34 pm

    Setuju banget sama resepnya Bli..
    Yang paling susah memang merawatnya ya Bli..

    Sukses ngontesnya,
    Aku ndukung Bli Menang deh..

  8. 19/12/2011 12:14 pm

    Tulisan yang sangat menarik Bli, seiring berjalannya waktu, kita seringkali lupa merawat cinta. Padahal itulah hakekat sesungguhnya dari sebuah perkawinan…
    Buat Anies, selamat merayakan ultah ke 5 pernikahan ya!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: