Skip to content

Melody Cinta

15/12/2011

Sesaat…

“Sayang, coba kamu lihat rembulan itu, di malam yang sunyi dia menerangi seluruh alam dalam buaian sinarnya yang mempesona, begitu pula dengan cintaku padamu, tak kan pernah kubiarkan ruang hatimu dalam kegelapan, dengan sinar cintaku kan kubasuh engkau dengan kasih nan suci, tak terkeringkan oleh angin tak terhempas oleh badai, karena engkau adalah belahan jiwaku”.

Kemudian…

“Sayang, betapa indah hidup ini, dengan istri secantik kamu, tiap hari menyuguhkan kopi dan sarapan, menyetrika bajuku, serta memberikan anak yang mungil bukti cinta kasih kita, serasa lengkap sudah hidupku selama ini, seluruh kebahagiaan berpihak kepada kita”.

Lalu…

“Ma..mama..! sepatu papa dimana? bajunya kok belum disetrika?. Sepatu di rak pa..!!, kalau belum setrika, pakai baju yang lain saja, mama juga buru-buru mau arisan..!. Lalu kopi dan sarapan mana ma!!, Tidak sempat bikin pa..!! nanti beli di kantin kantor aja..!! (sambil menggerutu istri bilang, udah besar mau dimanjain terus), sementara suami menggerutu (dasar ibu-ibu kerjaannya arisan melulu)”.

Selanjutnya…

“SMS diterima, Pa…ngak pulang? Jika masih lembur, mama masih nunggu lo?”

“SMS terkirim, udah kelar kok ma, baru aja, entar pulang pijitin ya?”

Benarkah cinta itu pudar? Profesi sering menjadi pemicu menyalanya rasa egois masing-masing. Jika ada kesempatan untuk “mengambil waktu” mendekatkan hati dalam suatu keramahan, kenapa harus ditunda?

22 Komentar leave one →
  1. 20/12/2011 7:06 pm

    Di sinilah peranan penting merawat cinta ya mas Budi?
    Penyakit2 ringan rumah tangga jika terus diberi penangkalnya insya Allah akan selalu terobati..
    Di sini pulalah seninya berumahtangga, riak-riak kecil jika dihadapi dgn hati terbuka dan saling menerima pasti bisa terlalui.. *beuhhh sokkk bijaksana beuth hehehheh*

    • 20/12/2011 8:49 pm

      Bener mbak…kalau kita tidak berkolaborasi dengan cemburu yakin dan percaya, rasa sayang akan menjadi kerenggangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: