Beranda > Informasi > Menuju Indonesia “Bersih”

Menuju Indonesia “Bersih”

Sampah. Sering kali kita menganggap gampang dengan sampah. Begitu mudah membuang plastik makanan, membuang kaleng bekas minuman maupun botol bekas minuman, kertas dsbnya, tanpa ada beban. Lalu pernahkah kita berpikir bahaya sampah-sampah itu terhadap lingkungan kesehatan kita?

Ada banyak fasilitas yang menyediakan tempat-tempat untuk membuang sampah, entah itu di terminal, pasar, lingkungan kerja, sekolah-sekolah maupun tempat-tempat keramaian lainnya. Namun kenapa sampah yang ringan begitu berat masuk ketempatnya? Apakah kita perlu fitness dengan latihan beban, agar otot kita kuat untuk melakukannya?

Menjaga kebersihan sama halnya menjaga kesehatan, namun kurang adil rasanya jika kita bersih diri namun tidak perduli dengan kebersihan lingkungan. Perkembangan teknologi sudah pasti memberikan kontribusi terhadapan volume sampah yang ada. Hal ini seharusnya kita imbangi dengan kecanggihan untuk menata lingkungan yang bersih, lalu bagaimana caranya? Mulailah dari diri sendiri.

Iklan
  1. 16/12/2011 pukul 10:16 am

    Betul Bli, di lingkungan apapun sampah itu selalu jadi persoalan.
    Kenapa?
    Karena banyak orang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak ambil pusing dengan sampah yang bertebaran…
    Posting yang mencerahkan, Bli Busi.
    Thanks πŸ™‚

  2. 15/12/2011 pukul 12:08 am

    Tugas pertama adalah membersihkan rumah sendiri dulu,..

  3. Ely Meyer
    14/12/2011 pukul 5:39 pm

    seneng kalau ada postingan yg peduli sama sampah, krn terus terang masyarakat di kampung sana masih belum melek matanya soal buang sampah di tempatnya, msh banyak org yg nggak punya rasa malu membuang sampah bgt saja

    di sini mas, ampun ribetnya memisah misah sampah, tapi krn sdh jadi budaya semua masyarakat jadi ikut ikutan, krn kebiasaan juga ya, dan krn ada hukumannya kalau buang sampah sembarangan. di rumahku saja ada 3 tempat utk buang sampah, kertas, kaleng plus plastik, terus tong khusus utk sampah sisa, kalau mau buang sampah yg hijau2 juga hrs ke tempat tertentu yg disediakan, belum sampah botol, sampah TV, kulkas dsb dipisahkan di tempat tertentu

  4. 14/12/2011 pukul 4:35 pm

    sip sip Bli, memang harus dimulai dari diri sendiri dulu, dan dimulai dari sekarang jug

    • 14/12/2011 pukul 4:43 pm

      Kalau bukan sekarang kapan lagi heeeee

  5. 14/12/2011 pukul 2:34 pm

    kadang sy gk buang sampah pada tempatnya Om, kadang dibuang di tas atau di saku, misalnya bungkus permen, hehe… πŸ˜€

    • 14/12/2011 pukul 4:42 pm

      Hikkhikhikk..mbak ystha ini ada-ada aja, itu mah bukan buang sampah namanya, lebih tepat disebut “menyimpan sampah” (untuk sementara) sampai ketemu tong sampah kan? sippp mantap

  6. 14/12/2011 pukul 9:46 am

    kadang-kadang fasilitas untk pemisahan sampah antara organik dan non organik belum tersedia 😦

    • 14/12/2011 pukul 4:40 pm

      Di tempat saya udah tersedia rik..namun tidak diberdayakan oleh warganya

      • 14/12/2011 pukul 5:20 pm

        kalo gitu harus ada pemerataan. denpasar harus ada πŸ˜€

  7. 14/12/2011 pukul 9:39 am

    buang sampah pada tempatnya..
    simple ya..tapi sulit pas mau ngelakuinnya.. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    • 14/12/2011 pukul 4:40 pm

      Mungkin lebih ribet saat kita ketik sms kan

  8. 14/12/2011 pukul 8:15 am

    iya.. mental kita yg kurang ‘sadar’ untuk menjadi bersih ya om..

    salam πŸ™‚

    • 14/12/2011 pukul 4:39 pm

      Perlu latihan berulang-ulang kayaknya dik heeee…panggil adik aja yach

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: