Skip to content

Introspeksi Diri

10/12/2011

Apa yang kita lakukan dan apa yang terjadi selanjutnya itu semua mengikuti siklus dan proses hukum alam semesta. Seperti kita ketahui bersama, terbentuknya tata surya diawali dengan adanya “medan energi yang terakumulasi.” Dari medan energi yang terakumulasi menimbulkan “bola api” raksasa yang berotasi dan menyerap partikel-partikel debu yang disebut dengan “nebula.” Bola api ini terus berputar hingga terjadi ledakan-ledakan yang melemparkan partikel-partikel medan utama, sehingga terbentuk sistem tata surya dengan planet-planet yang mengelilinginya.

Dipelajaran sekolah serta literatur keantariksaan, Bumi hanyalah salah satu dari sembilan planet yang mengelilingi sistem tata surya. Dan sistem tata surya kita hanyalah “bagian terkecil” dari sistem Galaxy yang disebut dengan “Galaxy Bimasakti.” Sementara Galaxy Bimasakti ini hanyalah sebuah “galaxy kecil” dari jutaan galaxy yang ada di alam semesta ini, bahkan dikatakan Galaxy Bimasakti hanya 1/3 dari Galaxy Andromeda.

Jika demikian adanya, Bumi hanyalah setitik debu dari sistem alam semesta. Bumi saja setitik debu, lalu bagaimana dengan tubuh kita? Lalu mengapa kita masih congkak, sombong, angkung, sok kuasa dsbnya.

Ketika kita menunjuk tentang kesalahan atau kejelekan seseorang, hanya jari telunjuk yang mengarah kepada yang bersangkutan, sedangkan ketiga jari mengarah ke diri kita dan satu jari masih semu. Kehidupan selalu berputar sesuai dengan proses alam yang ada, saat ini kita di atas, suatu ketika pasti akan turun juga. Marilah kita introspeksi diri masing-masing, untuk menciptakan simfoni yang indah.

Mohon maaf tidak ada maksud menggurui dan sebagainya, sekedar berbagi semata, salam hangat dari Jembrana Bali.

30 Komentar leave one →
  1. 13/12/2011 5:21 pm

    Makasih ya Bli sudah mengingatkan aku dan kita semua..

    Wah Bli sekarang rajin Posting ya..

  2. 13/12/2011 3:13 pm

    Terima kasih sudah diingatkan Bli..

  3. 13/12/2011 10:07 am

    Saya sama sekali tidak merasa digurui Bli, saya justru merasa diingatkan, bahwa seringkali kita lebih mudah melihat kesalahan orang, dibandingkan kesalahan yang dibuat oleh diri sendiri…
    Trima kasih pencerahannya🙂

    • 13/12/2011 7:33 pm

      Waduh mbak…sekedar untuk mengingatkan diri, biar tidak bergabung…aja dan tidak sejalan dengan mereka yang ….

  4. Agung Rangga permalink
    11/12/2011 4:26 pm

    tulisan yg menarik bli~🙂
    benar, kita harus sering-sering introspeksi diri…😳

  5. 11/12/2011 11:33 am

    memang nggak mudah menengok ke dlm dulu sebelum memutuskan utk ngomong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: