Berguru Dengan Sepi

Sepi, pada saat tertentu  kadang kita merasakan sepi. Jika diartikan sepi itu apa,  tentu kita jawab sunyi atau lengang. Lalu jika kita bertanya kembali siapakah sepi itu? Jika sepi+a, maka ia menjadi “sepia.” Dan jika sepia+ni, maka ia menjadi “sepiani.” Dengan tambahan tersebut akan terbentuk sebuah nama.

Kembali lagi kepada pertanyaan di atas, siapakah sepi itu? Jika orang bisa merasakan sepi, berarti orang itu masih hidup. Mungkin bisa dikatakan sepi adalah hidup. Terkadang tanpa kita sadari kita malah mencari sepi itu sendiri. Inspirasi muncul karena dia berguru kepada sepi sehingga menghasilkan daya cipta dan karya. Kepompong berguru kepada sepi untuk bisa menjadi kupu-kupu dan saya menjadikan sepi sebagai guru untuk bisa menulis tentang sepi.

Sepi yang kita rasakan jangan sampai menjadikan kita putus asa, namun kita  membutuhkan sepi untuk memotivasi dan introspeksi diri sehingga bisa bangkit kembali dari apa yang telah terjadi.

Iklan