Hiatus

Malam itu, dingin telah membawa aku terbang dalam gelombang mimpi. Dataran tak seperti biasanya, angin yang berhembus menjadi jembatan awan yang berarak, memberikan fenomena dalam sebuah cerita. Tiba-tiba ayam berkokok dengan kerasnya, “Hai pria paling sibuk di dunia.” Aku terperanjat kaget, pandanganku mengarah jam dinding. Jarumnya masih bergerak sesuai irama. Kembali aku terdiam pada deretan angka, ah…sekarang sudah pertengahan bulan ke sepuluh, dua bulan aku tertidur dalam ranjang hiatus.

Selamat jumpa kembali sobat. Sudah lama tidak bercerita di ujung satelit, dibilang sibuk ngak sibuk, dibilang tidak sibuk tetapi ada yang harus dikerjakan, lalu apa namanya?

Beberapa bulan lalu, kegiatan online saya sedikit mogok, bahkan bisa dibilang mati suri. Hal ini dikarena dampak dari perjalanan ke barat mencari kitab Suci 😆 Mungkin kalau diceritakan di sini, sobat pasti bosan membacanya.

Ok lah kalau begitu, saya mencoba kembali bertemu salam dengan sahabat semua melalui ujung satelit yang terangkum dalam rangkaian cerita. Sukses selalu dan terima kasih atas kerendahan hati sahabat.

Iklan