Cerita Tentang Kancil

Sahabat pasti ingat lagu anak-anak yang begini, “Si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun, ayo lekas dikejar, jangan diberi ampun.” Ternyata cerita si Kancil terbawa terus dalam kisah-kisah yang lain.

Pak Kambing berteriak, “Gara-gara kamu, kita semua di musuhi oleh manusia.” Lebih baik kamu mengaku saja, sehingga semua menjadi selesai, tambah pak Kerbau. Di desa ini, selain kamu Kancil, siapa lagi yang tukang mencuri? Tanya pak Kades.

Saya tidak pernah mencuri ketimun milik pak Tani, kata pak Kancil. “Kamu jangan mengelak, ada saksi yang melihatnya, teriak burung Hantu.” Kalau ada saksi, tolong panggil dia! teriak pak Kancil.

Demi keamanan kita semua, sekarang juga kamu harus meninggalkan kampung ini, kata pak Kades. Hari menjelang malam, pak Kancil dan keluarganya bergegas meninggalkan kampung itu. Dalam perjalanan, tak satupun warga yang mau menegurnya.

Malam terus bergulir, pak Kades dengan beberapa orang warga melaksanakan ronda malam. Sesampainya di kebun pak Tani, semua orang terdiam. Ada bayangan mengendap di kebun ketimun milik pak Tani. Pak Kades memerintahkan warga untuk mengepungnya, tidak lama kemudian pencuri itupun tertangkap dengan sekarung ketimun.

Betapa terkejutnya pak Kades setelah mengetahui pencuri itu. Ternyata pencuri itu adalah pak Badut. Pak Kades memanggil burung Hantu untuk mengejar pak Kancil dan mengajaknya pulang kembali.

Di batas desa, burung Hantu bertemu dengan pak Kancil.  Iapun menceritakan apa yang terjadi, dan meminta pak Kancil untuk kembali. Dengan senyum pak Kancil menjawab, “Sampaikan salam hormat saya kepada pak Kades dan seluruh warga, jika ada kesalahan mohon dimaafkan, tetapi kami sudah memutuskan untuk tinggal di tempat yang lebih pantas.” Pak Kancil dan keluarganyapun melanjutkan perjalanan meninggalkan desa tersebut.

Jadi sahabat terkasih, kenapa setiap ada ketimun yang hilang selalu si Kancil yang dipersalahkan? 😆

Iklan