Skip to content

Apakah KKN Bisa Hilang?

21/07/2011

Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) istilah ini sering sekali saya dengar di kehidupan masyarakat. Bahkan spanduk-spanduk anti KKN begitu ramai terpasang, entah itu di simpang jalan, maupun di kantor-kantor pemerintah. Pertanyaannya, apakah ia KKN bisa hilang? Tidakkah kita pernah melakukan salah satu dari KKN itu sendiri?

Saya mempunyai seorang sahabat dengan profesi sebagai tukang parkir di pasar. Selain menjadi sahabat kami juga hidup bertetangga. Suatu ketika saya pergi ke pasar, kendaraan saya parkir sesuai ketentuan. Begitu mau pulang, ia (sahabat) tidak mau menerima uang parkir. Dia berkata, “Udahlah Bud, bawa saja.”

Tiga bulan kemudian, saya melihat dia sedang mengurus surat-surat di kantor tempat saya bekerja. Gerak-geriknya menandakan kalau ia sedang kebingungan, sayapun menghampiri dan membantu proses, hingga suratnya selesai lebih cepat dari orang lain. Itu saya lakukan sebagai wujud persahabatan kami.

Mungkin contoh perbuatan kami sudah termasuk bagian dari KKN itu sendiri (Nepotisme). Itu baru terjadi di antara sahabat, belum lagi yang terjadi di antara anggota keluarga. Karena biar bagaimanapun kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, yang penting tidak memakan uang haram apalagi uang negara. Tetapi dalam hal menyangkut kriminal dan pidana saya serahkan kepada aparat yang berwenang.

Apakah sahabat pernah melakukan perbuatan, bagian dari KKN itu sendiri?

6 Komentar leave one →
  1. 25/07/2011 8:27 am

    waktu saya bikin SIM A, saya disarankan untuk tembak langsung tanpa ujian.. tapi seseorang saya waktu itu mengingatkan untuk “jangan curang lho ya, sekecil apapun.. kebiasaan..” dan saya pun jadi seharian di kantor polisi demi selembar kartu SIM, walaupun dengan “jalur cepat” saya hanya butuh sedikit jam saja:mrgreen:

  2. 24/07/2011 12:57 am

    hmm..aku pikir2 dulu ya bli..pernah KKN ga ya??

  3. 22/07/2011 4:29 pm

    Sulit menghilangkan sesuatu yang udah mendarah daging. Solusinya: mulai dari diri sendiri…

  4. 21/07/2011 7:52 pm

    Kalau contoh kasusnya gini
    ” Dikantor semua orang kalau terlambat ke kantor pasti kena tegor dan di complain,,
    Tapi aku gak,, aku datang jam 10 siang pun gak ada yang berani negor,, karena apa,, karena aku anak kesayangan Manager HRD,di belain selalu ama Kapten,, jdi selalu kebal hukum”
    Nah kalau kaya gini,,
    Siapa yang salah,,
    Apa ini bisa di sebut Nepotisme,,
    Tergantung siapa yg liat kan,,
    Tergantung siapa yg komen
    Kalau dari akunya mah,, selama gak makan uang haram fine-fine aja,, memanfaatkan sekitar untuk kepentingan pribadi boleh kok,, selama gak berlebihan

  5. 21/07/2011 6:13 pm

    Saya akui pernah, dan saya belajar dari itu Bli. Sekarang saya tidak mudah memberi penilaian pada seseorang (oknum) apakah mereka sedang ber KKN atau ada maksud lain yang lebih humanis. Salam hangat hangat kuku ya Bli..

  6. 21/07/2011 1:19 pm

    hahha,, saya pernah bli,,, tpi bukan saya sih, salah satu teman saya, temen SMA, wktu ngurus surat2 juga di kepolisian, pas kebetulan di situ ada sahabat kita jg yg lagi dinas,, ahirnya dia segera membantu kami tanpa harus ikut ngantri dulu, hihihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: