Apakah KKN Bisa Hilang?

Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) istilah ini sering sekali saya dengar di kehidupan masyarakat. Bahkan spanduk-spanduk anti KKN begitu ramai terpasang, entah itu di simpang jalan, maupun di kantor-kantor pemerintah. Pertanyaannya, apakah ia KKN bisa hilang? Tidakkah kita pernah melakukan salah satu dari KKN itu sendiri?

Saya mempunyai seorang sahabat dengan profesi sebagai tukang parkir di pasar. Selain menjadi sahabat kami juga hidup bertetangga. Suatu ketika saya pergi ke pasar, kendaraan saya parkir sesuai ketentuan. Begitu mau pulang, ia (sahabat) tidak mau menerima uang parkir. Dia berkata, “Udahlah Bud, bawa saja.”

Tiga bulan kemudian, saya melihat dia sedang mengurus surat-surat di kantor tempat saya bekerja. Gerak-geriknya menandakan kalau ia sedang kebingungan, sayapun menghampiri dan membantu proses, hingga suratnya selesai lebih cepat dari orang lain. Itu saya lakukan sebagai wujud persahabatan kami.

Mungkin contoh perbuatan kami sudah termasuk bagian dari KKN itu sendiri (Nepotisme). Itu baru terjadi di antara sahabat, belum lagi yang terjadi di antara anggota keluarga. Karena biar bagaimanapun kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, yang penting tidak memakan uang haram apalagi uang negara. Tetapi dalam hal menyangkut kriminal dan pidana saya serahkan kepada aparat yang berwenang.

Apakah sahabat pernah melakukan perbuatan, bagian dari KKN itu sendiri?

Iklan