Beranda > Kisah > Usaha Sepele Hasil Gede

Usaha Sepele Hasil Gede

Memiliki usaha sendiri menjadi harapan setiap orang. Namun kita sering bingung harus mengawalinya dari mana. Padahal, jika kita mempunyai keberanian, usaha itu tidak selalu dari sesuatu yang wah, hal yang sepelepun bisa menjadi hal yang luar biasa.

Katakanlah budidaya lele. Ikan berkumis ini masih dipandang sebelah mata. Padahal rejeki yang ia janjikan sungguh luar biasa. Bermula dari membeli lalapan lele di pinggiran jalan, saya bertanya kepada penjualnya. Mas, kira-kira dalam semalam, terjual berapa kilo ikan lelenya?.

Kalau keadaan seperti sekarang ini bisa 5 sampai 6 kilo mas. Tetapi kalau lagi sepi biasanya 3 kilo habis. Kembali saya bertanya, sekilo harganya berapa mas? dan isinya berapa ekor?. Kalau sekilo harganya Rp. 11.000,- isi 7 sampai 8 ekor, jawab mas penjual lalapan.

Saya mulai berpikir, kalau jualan lalapan saya pasti tidak bisa, mending jualan lelenya saja. Begitu banyak warung lalapan yang tersebar di jalan, sangat memungkinkan jika kebutuhan lele sangat tinggi.

Berbekal si Toshi dan modem, saya mulai bertamu ke paman google untuk mengetahui tata cara bertani lele. Kurang puas dengan diktat online, gramedia menjadi sasaran berikutnya untuk melengkapi keterangan-keterangan yang saya perlukan.

Dirasa sudah cukup, saya mulai membuka lahan untuk kolam lele. Kolam yang saya bikin tidak terlalu besar, ukurannya 6mx2m dengan tinggi 1,30 m dan terletak di pinggiran rumah. Kolam saya bagi menjadi 2 petak, 1 petak untuk penebaran bibit awal sebanyak 1.000 ekor dan 1 petak lagi sebagai tempat sortiran. Kedalaman air 60 cm s.d. 100 cm, jika terlalu dangkal ukuran lele akan pendek.

Satu bulan setelah ditebar, ikan lele harus disortasi antara yang besar dan yang kecil. Hal ini dilakukan supaya besarnya seimbang karena kalau dicampur, yang kecil akan dimangsa oleh yang besar.

Nah jika sahabat ingin mencobanya, tunggu apa lagi. Mari kita bertani lele, sangat mengasikkan ketika memberi makannya, ada kepuasan yang sulit diungkapkan.

Catatan: Belum ada gambar, lelenya masih seukuran ibu jari, belum bisa narsis, tunggu biar besaran ya?

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, ,
  1. 20/07/2011 pukul 2:29 pm

    Bli…kalau gurame sama ga cara peliharanya??…saya sukanya makan gurame nih soalnya kalau lele ga suka makannya ….

    • 21/07/2011 pukul 12:32 pm

      hahahah saya sendiri baru membaca tentang lele aja kang….gurami belum…tapi bukunya pasti ada

  2. 20/07/2011 pukul 2:27 pm

    wah bli budi…udah berani memulainya….tidak ada yang mungkin kita akan capai tanpa suatu aksi. Hebat…hebat…semoga semuanya berjalan sesuai dengan rencananya pak…maju terusss…

    • 21/07/2011 pukul 12:31 pm

      Amin…..terima kasih doanha kang

  3. 20/07/2011 pukul 12:45 am

    mantab pak. bisa buat contoh yg lain menjadi pengusaha-ternak yg mandiri.

    • 21/07/2011 pukul 12:31 pm

      Yuk kita membuat usaha sendiri

Comment pages

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: