Jasmerah

Apa yang kita peroleh sekarang ini tidak terlepas dari kejadian yang telah lewat. Katakanlah kita berada pada posisi seperti sekarang ini, tentu ada cerita yang mengawalinya. Ketika hendak mendaki gunung, kita tidak mengerti bagaimana mengawalinya dengan baik dan benar.

Ketika seseorang memberikan teknik serta peralatan, kitapun mencobanya. Dibantu dengan doa dan kerja keras, kitapun sampai di puncak. Namun terkadang kita lupa, bahwa sampainya kita di puncak ada peranan orang lain, meskipun itu kecil namun tetap menjadi tangga dalam pendakian itu sendiri.

Mungkin sudah takdir kita berada di puncak, pertemuan dengan seseorang itu adalah rahasia Tuhan. Namun sebagai mahluk sosial sudah sepatutnya kita “Jasmerah,” (jangan sekali-kali melupakan sejarah), sehingga silaturahmi tetap terjalin.

Iklan