“Poetry Hujan : Di Ladang Tua”

Angin berbisik di antara untaian rasa,

Membasuh nada dalam rangkaian cerita,

Kau peluk bunga dan pohon segala cara,

Menorehkan kisah di ladang tua.

Bayang kerinduan kian terasa,

Menanti hujan di ladang tua,

Saat lidahku kelu dan mataku buta,

Berilah aku pendengaran untuk memberimu suara.

Engkau adalah hujan cinta,

Engkau adalah keindahan mutiara,

Kala kau hadir bersama cerita,

Bunga menari, ladangpun tertawa.

Awan berarak dalam bungkusan canda,

Berlalu pergi bersama senja,

Kini di ujung beruk hujan sirna,

Menyisakan syair di ladang tua.

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Iklan

33 pemikiran pada ““Poetry Hujan : Di Ladang Tua”

  1. aha, kutemukan tapak tapak hujan
    pada landang tua yang kau ceritakan.
    *halah*

    semoga berhasil, puisinya bagus, penuh kenangan…

  2. Ping balik: Di Ladang Tua | Kalinda Jiwa

  3. Semoga hari ini tidak hujan Kang, karena aku mau ke Denpasar 😆
    Sukses untuk puisi hujan nya 😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s