“Poetry Hujan : Di Ladang Tua”

Angin berbisik di antara untaian rasa,

Membasuh nada dalam rangkaian cerita,

Kau peluk bunga dan pohon segala cara,

Menorehkan kisah di ladang tua.

Bayang kerinduan kian terasa,

Menanti hujan di ladang tua,

Saat lidahku kelu dan mataku buta,

Berilah aku pendengaran untuk memberimu suara.

Engkau adalah hujan cinta,

Engkau adalah keindahan mutiara,

Kala kau hadir bersama cerita,

Bunga menari, ladangpun tertawa.

Awan berarak dalam bungkusan canda,

Berlalu pergi bersama senja,

Kini di ujung beruk hujan sirna,

Menyisakan syair di ladang tua.

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis

Iklan