Skip to content

Saat Aku Kenang

30/06/2011

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung Juni 2011. Semalam saya berpikir, kira-kira cerita apa yang perlu saya tuliskan?. Semakin dipikir, saya tidak menemukan jawabnya. Ternyata menuangkan cerita dalam sebuah tulisan tidak perlu dipaksakan.

Berbekal secangkir cappuccino sayapun memandang langit menikmati bintang yang sedang berpendar. Deretan kata mulai membisik di kepala dan cerita berantakan inipun saya sajikan sebagai penutup bulan Juni dan mohon maaf kalau sedikit lebay:mrgreen:

Senja berganti malam, pikiranku menerawang  di antara ruang dan waktu. Membuka tabir dari sebuah kegelapan, hingga bulan tak disaput awan dan bintang berpendar lagi.  Hembusan angin malam tak lelah menghiburku, mengajakku menari bersama dingin.

Malam berganti pagi, terlihat goresan kepedihan dalam salam perpisahan. Senyummu merekah tanpa air mata yang mengalir, langkahpun terayun dengan penuh kepastian, namun bukan berarti suatu kerelaan.

Pagi berganti senja, aku terpaku memandang jarak yang membentang. Dalam barisan pulau dan samudra, kupandang riak gelombang. Akankah menjadi sebuah kenangan?, atau akan tenggelam bersamanya?, atau mungkin hilang bersama pusaran waktu dan keadaan?.

Malampun tiba kembali, terkulai aku dalam sepi, diam dan tak berdaya. Perlahan kupeluk angin dengan sisa tenaga yang ada, mengumpulkan segenap kekuatan untuk menitipkan rindu dalam kepingan cinta.

6 Komentar leave one →
  1. nchiehanie permalink
    05/08/2014 12:06 am

    Aiiih..lebay nya kakakku nih..

  2. 03/07/2011 8:35 pm

    Bli Budi pasti lagi romantis ya…hehe, nggak lebay kok, rasa itu kan sepenuhnya milik kita…

  3. 30/06/2011 9:01 pm

    sebuah kebutuhan kita untuk selalu merindukan ya Bli.

  4. 30/06/2011 4:11 pm

    Coba kalo semalam saya mampir di sini, pasti capucinonya saya join ya Bli, hehe..
    Kalau dipaksakan, biasanya cerita tidak akan mengalir nyaman Bli. Salam hangat selalu;

  5. 30/06/2011 3:41 pm

    saya hanya bisa menikmat keindahan tulisan itu bli,
    tpi kalau maknanya, saya ga bisa menangkap dengan jelas,,,😀

  6. 30/06/2011 2:16 pm

    bapak budi arnaya..
    bisakah anda menjelaskan kepada saya maksud puisi diatas..
    maklum lah..kapasitas otak adikmu ini terbatas..😀😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: