Saat Aku Kenang

Tidak terasa kita sudah berada di penghujung Juni 2011. Semalam saya berpikir, kira-kira cerita apa yang perlu saya tuliskan?. Semakin dipikir, saya tidak menemukan jawabnya. Ternyata menuangkan cerita dalam sebuah tulisan tidak perlu dipaksakan.

Berbekal secangkir cappuccino sayapun memandang langit menikmati bintang yang sedang berpendar. Deretan kata mulai membisik di kepala dan cerita berantakan inipun saya sajikan sebagai penutup bulan Juni dan mohon maaf kalau sedikit lebay :mrgreen:

Senja berganti malam, pikiranku menerawang  di antara ruang dan waktu. Membuka tabir dari sebuah kegelapan, hingga bulan tak disaput awan dan bintang berpendar lagi.  Hembusan angin malam tak lelah menghiburku, mengajakku menari bersama dingin.

Malam berganti pagi, terlihat goresan kepedihan dalam salam perpisahan. Senyummu merekah tanpa air mata yang mengalir, langkahpun terayun dengan penuh kepastian, namun bukan berarti suatu kerelaan.

Pagi berganti senja, aku terpaku memandang jarak yang membentang. Dalam barisan pulau dan samudra, kupandang riak gelombang. Akankah menjadi sebuah kenangan?, atau akan tenggelam bersamanya?, atau mungkin hilang bersama pusaran waktu dan keadaan?.

Malampun tiba kembali, terkulai aku dalam sepi, diam dan tak berdaya. Perlahan kupeluk angin dengan sisa tenaga yang ada, mengumpulkan segenap kekuatan untuk menitipkan rindu dalam kepingan cinta.

Iklan