Rasa Nyaman

Beberapa hari yang lalu saya menguping dari pembicaraan dua wanita cantik. Bukan berarti saya tukang cari tahu dan sebagainya, hanya saja kebetulan mendengar percakapan mereka. Si manis Juwita berkata, “Yuk, kenapa setiap ada dia, aku kok merasa ngak nyaman kerja ya.” Ayuk menjawab, “Itu hanya perasaanmu saja kali, udah kerja seperti biasa saja say.”

Saya sendiri tidak mencari tahu “dia” itu siapa. Tetapi apa yang Juwita rasakan saat itu hampir sama dengan perasaan saya. Hampir seminggu saya merasakan sesuatu yang kurang nyaman. Malas dan bosan, mungkin ini yang dinamakan titik jenuh. Yang ada di pemikiran saya adalah pergi jauh dan jalan-jalan.

Saya berpikir, apakah kenyamanan harapan dari usaha yang kita lakukan?, jika demikian, kenyamanan berarti hak dari setiap orang untuk menjalani kehidupannya sendiri. Lalu mengapa ada rasa tidak nyaman?, tidakkah ketidak nyamanan itu kita sendiri yang membentuknya?.

Mungkin rasa nyaman bisa kita dapatkan jika masing-masing orang mampu mengendalikan emosinya. Sering kali emosi negatif akan terwujud jika kita mengadakannya dan emosi negatif akan hilang jika kita meniadakannya.

Apakah sekarang ini Anda sudah nyaman?, yang pasti saat ini saya nyaman karena bisa berjumpa dengan para sahabat di dunia tak berbentuk dan tak terduga.

Iklan