Mengapa Angin, Awan dan Badai?

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat semua, yang telah membaca dan berkomentar pada artikel “Angin Berbisik Awan Berarak.” Awan akan bergerak ketika ada angin, dan saat mereka bersatu dengan segala kekuatannya akan tercipta badai.

Seorang teman (blogger) sempat bertanya di status BBM, artinya apa sobat? ketika saya memberikan sedikit penjelasan yang bertele-tele akhirnya dia bosan dan berkata, “Intinya saja, aku pusing.” Sebetulnya sengaja saya memberikan penjelasan yang memutar, supaya sedikit emosi (maaf ya sobat) 🙂

Angin berbisik awan berarak, itu semua hanya perumpaan saja. Setiap orang boleh mengartikan yang berbeda, tergantung seni dan perasaan masing-masing. Lalu mengapa ada “Embun Beku”. Itu juga bagian dari permainan hayal semata.

Embun beku saya ibaratkan seperti hati kita, kadang ia bisa mencair, kadang ia sangat keras dan kukuh dengan ego yang tinggi. Sementara angin saya ibaratkan sebagai niat, awan adalah kemauan dan badai adalah mimpi.

Saat kita menyatukan niat dan kemauan dengan maksimal, mimpi itu bisa terwujud. Dan hati kita yang sering terbelenggu kata “Tidak mungkin” akan tersenyum dan berkata, “Ternyata saya bisa.”

Jika demikian, kenapa tidak langsung pada intinya? mengapa harus berpuisi segala? kembali embun beku bertkata, “Biar seni aja.” :mrgreen:

Iklan