Angin Berbisik Awan Berarak

Kala fajar mulai merekah, bersama angin aku berdiri menanti kedatangan sang cahaya. Dan ketika malam menjelang, bersama angin pula aku mengantarkan burung-burung kembali ke sarangnya, serta mengucapkan selamat jalan cahaya.

Angin yang tak berbentuk dan awan yang tak terduga. Ketika keduanya saling bercerita, simfoni baru telah dimulai. Bisikan angin telah membuat awan berarak, bersatu padu hingga bertransform menjadi badai.

Mungkin itu adalah kisah yang terlukis pada punggung waktu, disenandungkan dalam sebuah nyanyian, dimana embun beku tersenyum menikmati angin berbisik dan awan berarak.

Iklan

18 pemikiran pada “Angin Berbisik Awan Berarak

  1. Ping balik: Mengapa Angin, Awan dan Badai? | ceritabudi

  2. Kangen, udah lama rasanya nggak berhaha hihi dengan Bli. Gimana kabarnya Bli? Semoga baik dan sehat selalu ya Bli. Kapan hari saya udah kirim salam lho, lewat angin yang berbisik dan awan yang berarak, hehehe….

  3. …lalu para sahabat dengan setia menanti Bli Budi menorehkan kisah perjalanan ceritanya kembali..
    Salam hangat dari Kendari.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s