Skip to content

Angin Berbisik Awan Berarak

25/06/2011

Kala fajar mulai merekah, bersama angin aku berdiri menanti kedatangan sang cahaya. Dan ketika malam menjelang, bersama angin pula aku mengantarkan burung-burung kembali ke sarangnya, serta mengucapkan selamat jalan cahaya.

Angin yang tak berbentuk dan awan yang tak terduga. Ketika keduanya saling bercerita, simfoni baru telah dimulai. Bisikan angin telah membuat awan berarak, bersatu padu hingga bertransform menjadi badai.

Mungkin itu adalah kisah yang terlukis pada punggung waktu, disenandungkan dalam sebuah nyanyian, dimana embun beku tersenyum menikmati angin berbisik dan awan berarak.

18 Komentar leave one →
  1. 28/06/2011 12:43 pm

    hujannya ada disini bli..^^

  2. 26/06/2011 11:58 am

    tambahin Bli, rumput bergoyang🙂

    • 26/06/2011 7:05 pm

      Jika demikian mari kita bertanya pada rumput bergoyang mbak yach heeeeee kayak lagunya om ebit

  3. 25/06/2011 10:45 am

    kipas kipas, angin-angin..

    mantap bli sajaknya,,,,,,

  4. 25/06/2011 10:17 am

    nikmatnya angin,,,, hmm… sejuk

  5. 25/06/2011 9:55 am

    Kangen, udah lama rasanya nggak berhaha hihi dengan Bli. Gimana kabarnya Bli? Semoga baik dan sehat selalu ya Bli. Kapan hari saya udah kirim salam lho, lewat angin yang berbisik dan awan yang berarak, hehehe….

    • 26/06/2011 7:04 pm

      Yuk kita berhaha hihi lagi heeee nambah heee nya juga , kabar baik, salam udah saya terima tuh

  6. 25/06/2011 8:36 am

    wah, bli mantab puisinya… jadi ingin berpuisi kembali.

  7. 25/06/2011 8:18 am

    …lalu para sahabat dengan setia menanti Bli Budi menorehkan kisah perjalanan ceritanya kembali..
    Salam hangat dari Kendari.. 🙂

  8. 25/06/2011 7:26 am

    Dimana embun beku tersenyum menikmatiangin berbisik dan awan berarak…
    Bli, saya suka sekali dengan metafora ini🙂

  9. 25/06/2011 7:10 am

    Selamat pagi Bli, apa kabar? lama saya tak singgah ke sini..

    Angin tak terlihat tapi terasa dekat..

    • 26/06/2011 7:01 pm

      Kabar baik Ne…heeee ia dimaklumi karena rumah ini senin kamis heee, dekat namun jauh yah heee

Trackbacks

  1. Mengapa Angin, Awan dan Badai? | ceritabudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: