Angin Berbisik Awan Berarak

Kala fajar mulai merekah, bersama angin aku berdiri menanti kedatangan sang cahaya. Dan ketika malam menjelang, bersama angin pula aku mengantarkan burung-burung kembali ke sarangnya, serta mengucapkan selamat jalan cahaya.

Angin yang tak berbentuk dan awan yang tak terduga. Ketika keduanya saling bercerita, simfoni baru telah dimulai. Bisikan angin telah membuat awan berarak, bersatu padu hingga bertransform menjadi badai.

Mungkin itu adalah kisah yang terlukis pada punggung waktu, disenandungkan dalam sebuah nyanyian, dimana embun beku tersenyum menikmati angin berbisik dan awan berarak.

Iklan