Makna Kebangkitan Nasional

Berdirinya Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908 yang diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya semangat Persatuan dan Kesatuan serta Nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjungan para pendahulu kita sangat luar biasa. Mereka berkorban jiwa dan raga demi memperjuangkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai.

Dilihat dari usianya sudah 103 tahun, bukan usia yang muda lagi. Akankah hal ini hanya peringatan serimonial semata?. Timbul pertanyaan dalam diri, apakah sebatas merasa anak bangsa Indonesia saja?, lalu apakah implementasi pada masa sekarang?

Begitu banyak kejadian yang menggembosi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan itu semua dilakukan oleh anak bangsa Indonesia, lalu dimana rasa persatuan yang sering kita dengungkan?

Ketika bendera Merah Putih dikibarkan, para pejuang dengan penuh penghayatan berdiri sempurna, tapi kini saat bendera Merah Putih berkibar, bukan menjadi urusan kita, namun urusan para petugas pengibar bendera.

Tantangan tersendiri bagi kita semua di masa sekarang, untuk memaknai Kebangkitan Nasional sebagai suatu kesadaran akan Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme yang hakiki  sebagai kepedulian berbangsa dan bernegara.

Iklan