BOS Bukan Untuk Bos

Teman : Kepala aku pusing nich bro, sebentar lagi anakku yang pertama mau masuk SMP yang kedua mau masuk SD. Bagaimana aku harus menyekolahkan mereka, jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan saja sudah susah.

Budi : Jangan begitu bro, kita harus membantu pemerintah dengan mensukseskan program pendidikan dasar sembilan tahun.

Teman : Ah, pemerintah tahunya hanya membuat program, pada kenyataannya rakyat yang menderita.

Budi : Bro…yang namanya pemerintah selalu memperhatikan kesejahteraan dan kecerdasan rakyatnya. Program yang dibuat juga bukan program sembarangan, karena program itu sudah diimbangan dengan dana BOS untuk SD dan SMP.

Sebagai orang tua kita tidak mampu memberikan harta benda kepada anak-anak, berikanlah dia kesempatan untuk belajar, jika kelak ditinggal mati orang tuanya, mereka sudah mempunyai bekal untuk melanjutkan hidup.

Teman: Ah…dana BOS itu bukan untuk anak, namanya saja dana BOS, berarti untuk para Bos dong bro.

Budi : Bro, kamu tidak boleh begitu, dana BOS itu adalah dana Bantuan Operasional Sekolah dalam proses belajar mengajar di sekolah, misalkan saja membayar biaya listrik, air, ulangan, ujian dan sebagainya.

Teman: Ah…ada dan sebagainya bro? berarti ada dana yang bakalan kabur kalau begitu.

Budi : Haaa…dan sebagainya itu seperti perbaikan sekolah, memperbaiki atap genteng yang bocor, pengecatan tembok, transportasi bagi siswa miskin yang rumahnya jauh. Asal tidak digunakan untuk membuat bangunan baru, begitu bro.

Teman: Kalau begitu pasti gampang mencari orang miskin, jaman sekarang kalau sudah ada bantuan akan banyak orang berpangkat OM2, Orang Miskin Mendadak!

Budi: Hahahah…kalau itu namanya bukan ekonominya yang miskin bro, tapi moralnya yang miskin. Program BOS bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan memudahkan bagi siswa yang lainnya, agar mereka memperoleh layanan pendidikan yang bermutu sampai tamat sekolah, dalam rangka mensukseskan wajib belajar sembilan tahun. Besar kecilnya dana BOS itu disesuaikan dengan jumlah murid yang ada pada sekolah bersangkutan, begitu kalau tidak salah yang saya dengar bro.

Jadi bro, biarlah kita sebagai orang tua tetap bodoh begini, yang penting anak kita lebih cerdas dari orang tuanya, toh mereka juga perwakilan dari kita kan? jangan suramkan masa depan mereka hanya karena kita tidak menyekolahkannya.

Iklan