Beranda > Kehidupan > Filosofi Menanam Padi

Filosofi Menanam Padi

Sahabat pernah melihat orang menanam padi?  Kebetulan saya anak seorang petani, jadi melihat orang menanam padi sudah menjadi kebiasaan. Semasa SD dan SMP sering ikut Ayah ke sawah, namun sejak SMU sudah jarang, terbentur dengan kegiatan sekolah  yang tidak bisa ditinggalkan.

Petani tidak memerlukan alat ukur untuk meluruskan padi yang ditanam, semua itu berdasakan perkiraan, tapi hasilnya patut diajungi jempol. Padi itu akan berbaris rapi dengan jarak yang hampir sama. Selain untuk memberikan nuansa keindahan, jarak padi perlu diatur agar ia bisa tumbuh dengan baik.

Begitu juga dengan kehidupan kita sebagai manusia, sikap hormat menghormati dan menghargai satu sama lainnya sangat diperlukan (seperti jarak antar padi), sehingga memberikan kenyamanan dan keindahan dalam menjalani kehidupan ini.

Iklan
  1. 'Ne
    18/05/2011 pukul 3:23 pm

    saya bukan anak petani tapi waktu kecil juga mainnya di sawah, kulihpun di pertanian jadi udah pernah ke sawah juga..
    *perumpamaan yang bagus Bli 🙂

  2. 13/05/2011 pukul 12:01 pm

    setuju bli,, kita hars saling menghormati ..

    salam 🙂

  3. 13/05/2011 pukul 12:00 pm

    pinter bgt bli yg atu ini, qu justru gk kepikiran .. heheh

  4. 13/05/2011 pukul 2:05 am

    Setahu saya nanemnya pakai bambu yang buat ngelurusin lho..

  5. 12/05/2011 pukul 11:11 pm

    aku pernah liat org nanam padi bli.. 🙂

    wah ternyata bisa diambil filosofi jg yah dr menanam padi..

  6. 12/05/2011 pukul 9:11 pm

    Selain itu, ada juga pelajaran lain dari padi,
    Kian berisi, kian merunduk 🙂

  7. 12/05/2011 pukul 5:10 pm

    gak punya sawah..dan gak pernah ke sawah..
    tapi suka dah…
    kalau misalnya pulang kampung trus main di sawah..
    he…he…he..

    jadi orang tuch kaya padi semakin berisi semakin merunduk,,

  8. 12/05/2011 pukul 12:47 pm

    saya juga dari keluarga tani Bli,,
    saya pernah bermain2 di sawah, tpi belum pernah ikut merasakan menanam padi… 😀

    salaam

    • 12/05/2011 pukul 7:48 pm

      Heee paling tidak dikasi sama orang tuanya yach? saya sering dilarang, namun saya kepingin mencoba, jadi diijinkan oleh ayah

  9. joe
    12/05/2011 pukul 11:00 am

    dan tentu kita juga harus berguru kepada padi, yang semakin berisi semakin menunduk

    • 12/05/2011 pukul 7:46 pm

      paling tidak kita bisa introspeksi diri ya kang, terima kasih banyak tambahannya

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: