Beranda > Kehidupan > Saat Mereka Bicara

Saat Mereka Bicara

Suatu ketika,

Perasaan : Kira-kira kesenangan apa yang aku cari untuk menenangkan diri ini bro?

Logika : Jika kamu ingin mencari kesenangan, kesenangan yang berapa lama kamu inginkan? Satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan atau satu tahun?

Perasaan: Maksudnya bagaimana bro?

Logika: Begini bro,

Jika kamu ingin kesenangan satu jam, kamu tinggal ajak istri tidur :mrgreen: satu jam kamu akan merasakan keindahan yang luar biasa (maaf yang belum nikah), selanjutkan kamu akan tidur ngorok.

Kesenangan satu hari, jika kamu suka memancing pergilah memancing, suka sepak bola bermainlah sepak bola,  jalani hobi kamu selama sehari.

Kesenangan satu minggu, kamu cari istri baru. Satu minggu kamu akan merasakan kesenangan luar biasa dan merasa diri hebat karena memiliki dua istri. Setelah itu kamu akan pusing, karena istri pertama minta ditemani sementara istri kedua minta jatah terus. Pada akhirnya mereka akan bertengkar.

Kesenangan satu bulan, setelah kamu menjual warisan. Satu bulan kamu bisa hidup mewah, uang kamu belanjakan terus, lambat laun dia akan habis dan kamu akan menderita. Warisan habis uangpun lenyap.

Kesenangan satu tahun, itu akan terasa saat kamu mempunyai menantu baru. Setahun kamu dilayani menantu, marah-marah sama dia, menyuruh dia mengerjakan ini dan itu. Setelah itu dia  mempunyai anak, tinggal di rumah baru, sibuk mengurus suami dan anaknya. Belum lagi dia teringat perlakuan kejam mertuanya, maka kamu tidak akan diurus. Untuk itu jangan terlalu cerewet terhadap menantu.

Perasaan : Lalu aku harus bagaimana bro?

Logika : Semua ada batasnya, di antara cinta akan ada putus cinta, di antara lahir dan mati akan ada umur, di antara umur ada penyakit. Begitu juga dengan kesenangan, dia ada batasnya. Kesenangan tidak perlu kamu kejar bro, namun bagaimana upaya aku dan kamu menjaga harmonisasi itu.

Iklan
  1. 17/05/2011 pukul 9:22 pm

    kata orang Jawa “ora usah ngoyo golek kesenangan” tuh Bli.. sebab jika dituruti terus kapan habisnya berburu kesenangan duniawi

  2. 10/05/2011 pukul 11:10 am

    Setuju Bli Budi, kesenangan itu harus kita beri batas.
    Batasnya ada pada diri sendiri.
    Hanya hati yang tahu, kapan kita harus bisa berkata cukup sekalipun tawaran kesenangan itu datang bertubi-tubi…

    • 10/05/2011 pukul 5:13 pm

      Dua jempol…kapan saat kita mengatakan cukup yach…siiipppp Bunda

  3. 10/05/2011 pukul 7:16 am

    Senang rasanya bisa mengenal sahabat narbalog yang telah banyak memberikan inspirasi. 😉
    SALAM… 8)

    • 10/05/2011 pukul 7:17 am

      Mencari kesenangan material pasti ada batasannya yang harus dipertimbangkan baik-baik, ya Bli… 😉
      SALAM… 8)

      • 10/05/2011 pukul 5:13 pm

        :8: belajar menikmati sesuatu dengan berkecukupan ya Blitu

  4. Agung Rangga
    09/05/2011 pukul 10:15 pm

    kesenangan yang sesungguhnya bukan dari logika semata bli, tapi karena hati… 😳

    • 10/05/2011 pukul 5:11 pm

      Untuk membuat hati nyaman, kadang diperlukan untuk menerima logika dengan tulus yach

  5. 09/05/2011 pukul 10:14 pm

    Wah inspiratif sekali Kang. Aku gak akan mencari kesenangan sendiri, akan aku ajak istriku bersenang2 bersama 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • 10/05/2011 pukul 5:11 pm

      Hikhikhik….kalau kopdar ngajak istri kasihan juga Kang…, baik kalau Istri suka ngeblog, kalau ngak, entar jadi clingak-clinguk heee

  6. 09/05/2011 pukul 9:55 pm

    logika sama perasaan emang harus jalan bareng ya sob. kalo jalannya sendiri2 hasilnya enggak ada yg harmonis karen masing2 ada yg hrs pake perasaan dan ada yg pake logika

    • 10/05/2011 pukul 5:10 pm

      jadi kalau sendiri-sendiri, susah ketemunya ya?

  7. SQ
    09/05/2011 pukul 8:48 pm

    Nah, itu asyiknya irama hidup. Benar mas, menjaga harmonisasi karena selalu ada sebab-akibat, dan batas dari segala yang di perbuat. Indahnya hidup, saat bisa menarik pelajaran dari semuanya. 🙂 Salam Kreatif

    • 10/05/2011 pukul 5:09 pm

      Terima kasih, betul sebab dan akibat selalu ada, tinggal kita menyikapinya dengan sudut yang sebelah mana ya kang

  8. 09/05/2011 pukul 8:31 pm

    Logika dan perasaan mestinya seiring sejalan.

    • 10/05/2011 pukul 5:08 pm

      Biar semuanya terasa nyaman ya kang Guru

  9. 09/05/2011 pukul 8:18 pm

    logika dan perasaan kalau begini terus, bisa selalu akur ya Bli 🙂

    • 10/05/2011 pukul 5:07 pm

      Nah itu dia mbak, kadang logika yang dominan, bahkan kadang pula perasaan yang dominan

  10. 09/05/2011 pukul 7:51 pm

    yang namanya kesenangan dunia mang ada batasnya ya bli.. ga ada yg abadi

    • 10/05/2011 pukul 5:06 pm

      Hanya perubahan itu sendiri yang abadi ya Fit

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: