Cerita Negeri Siluman

Negeri Siluman sangat berbeda dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di negara Indonesia yang kita cintai, Pancasila merupakan dasar negara dan saya sangat bangga dengan hal itu. Sementara di negeri Siluman ada istilah Pancasala, yaitu lima ketidakwajaran.

Sala yang pertama adalah Keuangan yang maha kuasa. Di negeri Siluman uang adalah segalanya, siapa yang punya uang melimpah dia akan mempunyai kekuasaan. Segalanya dapat dibeli, segalanya dapat diputar balikkan dan segalanya dapat diatur sesuai kemauan yang mempunyai uang.

Sala yang kedua adalah Kemanusiaan yang kikir dan biadab. Jangankan untuk menyumbang ke panti sosial, hak orang lainpun dihabiskan. Asik dengan perut sendiri, walau sudah buncit masih saja memperbesarnya.

Sala yang ketiga adalah Perseteruan manusia. Mengadu domba orang lain agar bertengkar satu sama lainnya. Begitu orang lain bertengkar, sibuk mengambil hartanya atau bisa dikatakan memancing di air yang keruh.

Sala yang keempat adalah Kesengsaraan yang dipimpin oleh perjudian, kemabukan dan pemerasan. Mengejar kesenangan dengan berjudi, mabuk mabukan maupun memeras. Tidak perduli dengan tetangga yang penting punya uang berjudi bermilyar-milyar.

Sala yang kelima adalah Kebatilan sosial bagi seluruh rakyat pecinta kemewahan. Segala cara dilakukan agar hidup penuh dengan kemewahan, menghalalkan segala cara, meskipun harus menghisap darah orang lain. Karena di negeri Siluman tidak mengenal haram, semuanya halal.

Itulah sekelumit cerita yang saya dapatkan dari negeri Siluman, kebetulan dapat kaca matanya sehingga bisa membaca sala yang ada di negeri itu. Negara Indonesia adalah tanah airku dan Pancasila adalah nadiku.

Iklan