Si Buta dan Gajah

Mata kita memang bisa melihat secara nyata, namun kadang buta untuk merasakan sesuatu yang benar. Cara pandang tiap orangpun tidak sama, ada yang memandang dengan polos, ada yang melirik, bahkan ada yang curi-curi pandang.

Lalu bagaimana dengan si Buta yang mencoba mengenal seekor gajah?

Katakanlah ada tiga orang buta yang diberi tugas untuk mengenal gajah. Si Buta yang pertama memegang bagian ekor dari gajah, diapun berkata, “Gajah itu binatang yang kurus dan kecil, namun dia begitu lincah seperti cambuk.” Si Buta yang kedua memegang bagian badan gajah, dan iapun berkata, ”Kamu salah teman, gajah itu binatang yang besar dan gemuk.” Sementara si Buta yang ketiga memegang bagian telinga dan berkata, “Kalian berdua salah, gajah itu binatang yang tipis, lebar dan sangat lihai bergoyang.”

Mereka mendeskripsikan gajah sesuai apa yang dirasa dan diketahuinya. Mereka tidak pernah mengetahui bagaimana gajah yang sebenarnya. Perbedaan pendapat diantara mereka sangatlah wajar, sehingga diperlukan pihak lain untuk menjelaskan kalau yang mereka pegang adalah bagian tubuh dari seekor gajah.

Dan ketika diberi penjelasan, si Buta hendaknya berbesar hati dan mau menerima penjelasan orang yang tidak buta, jangan bersikeras bilang gajah itu kurus dan kecil, besar maupun tipis.

Iklan