Beranda > Kisah > Si Buta dan Gajah

Si Buta dan Gajah

Mata kita memang bisa melihat secara nyata, namun kadang buta untuk merasakan sesuatu yang benar. Cara pandang tiap orangpun tidak sama, ada yang memandang dengan polos, ada yang melirik, bahkan ada yang curi-curi pandang.

Lalu bagaimana dengan si Buta yang mencoba mengenal seekor gajah?

Katakanlah ada tiga orang buta yang diberi tugas untuk mengenal gajah. Si Buta yang pertama memegang bagian ekor dari gajah, diapun berkata, “Gajah itu binatang yang kurus dan kecil, namun dia begitu lincah seperti cambuk.” Si Buta yang kedua memegang bagian badan gajah, dan iapun berkata, ”Kamu salah teman, gajah itu binatang yang besar dan gemuk.” Sementara si Buta yang ketiga memegang bagian telinga dan berkata, “Kalian berdua salah, gajah itu binatang yang tipis, lebar dan sangat lihai bergoyang.”

Mereka mendeskripsikan gajah sesuai apa yang dirasa dan diketahuinya. Mereka tidak pernah mengetahui bagaimana gajah yang sebenarnya. Perbedaan pendapat diantara mereka sangatlah wajar, sehingga diperlukan pihak lain untuk menjelaskan kalau yang mereka pegang adalah bagian tubuh dari seekor gajah.

Dan ketika diberi penjelasan, si Buta hendaknya berbesar hati dan mau menerima penjelasan orang yang tidak buta, jangan bersikeras bilang gajah itu kurus dan kecil, besar maupun tipis.

Iklan
Kategori:Kisah Tag:, , ,
  1. 29/04/2011 pukul 3:51 pm

    kalo semua sama mungkin tidak ada interaksi ya bli..karena berbeda maka kita berinteraksi…

  2. 29/04/2011 pukul 5:50 am

    Setiap masalah harus dilihat dari berbagai sudut pandang perasaan dan pemikiran… 8)

  3. 28/04/2011 pukul 8:54 pm

    yah begitulah bli..karena perbedaan sudut pandang jadinya jawabannya beda2 khan.. 🙂

  4. 28/04/2011 pukul 4:21 pm

    Yg pasti Gajah itu besar 😀

  5. 'Ne
    28/04/2011 pukul 1:46 pm

    bagus analoginya Bli..
    setiap orang berbeda maka berbeda pula dalam berpendapat, semua merasa benar tapi memang dibutuhkan pihak yang lebih tahu untuk menjelaskannnya agar semua mengerti bahwa pendapatnya tidak selalu benar meski bukan juga salah..
    intinya sih toleransi aja, kalo ada orang yang memiliki pendapat berbeda gak usah marah, dan kalo pendapat kita ternyata salah dan diingatkan ya harus berbesar hati menerimanya ya hehe.. terima kasih mengingatkan 🙂

    • 28/04/2011 pukul 8:02 pm

      Intinya begitu Ne….buat apa kita saling ngotot, mending dicari jalan tengah untuk menyelesaikannya ya kan

  6. 28/04/2011 pukul 10:34 am

    biasanya orang yang tahunya setengah-setengah lagaknya …ampunnnnnnn deh seperti lebih pintar dari profesor sekalipun. Melihat satu masalah ya seharusnya jangan dari satu sisi saja ya bli….

    • 28/04/2011 pukul 8:01 pm

      Kalau saya tetap meminta pendapat orang lain untuk mengetahui sesuatu mas…biasanya ketika terjadi musyawarah akan memberikan hasil yang lebih baik

  7. 28/04/2011 pukul 10:22 am

    kalo menurut bli? gajah itu bentuknya gmn? hehe

    • 28/04/2011 pukul 7:58 pm

      Yang jelas saya masih bisa melihat 😆 ari gimana? :mrgreen:

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: