Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila merupakan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panca mengandung arti lima dan sila itu sendiri adalah dasar. Karena perkembangan jaman atau memang kita yang kurang menghayati dari Pancasila itu sendiri, sehingga kita lupa akan bunyi dan lambang tiap sila dari Pancasila.

Lagu barat, nama artis, bahkan isi sebuah novel dengan mudah kita menghafalnya. Lalu bagaimana dengan Pancasila? Dalam acara kuis satu lawan seratus, saya sedih melihatnya. Karena ada diantara kita yang tidak ingat akan lambang sila kedua dari pancasila yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Pancasila memiliki 45 butir nilai pedoman penghayatan dan pengamalan. Sila kesatu, Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan bintang berwarna kuning keemasan memiliki 7(tujuh) butir penghayatan dan pengamalan, sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab dilambangkan dengan rantai baja memiliki 10(sepuluh) butir penghayatan dan pengamalan, sila ketiga, Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin memiliki 7(tujuh) butir penghayatan dan pengamalan, sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng memiliki 10 (sepuluh) butir penghayatan dan pengamalan dan sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dilambangkan dengan padi dan kapas memiliki 11(sebelas) butir penghayatan dan pengamalan.

Tetaplah mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan jangan pernah berpikir untuk menggantinya. Bagaimana kita bisa menghayati dan mengamalkan, sedangkan bunyinya saja kita lupa-lupa ingat. Membeli novel yang harganya ratusan ribu kita berani, kenapa membeli buku butir-butir Pancasila yang harganya lima ribu rupiah kita tidak berminat?

*Jangan sia-siakan pengorbanan para Pahlawan Bangsa.

Iklan