Beranda > Kehidupan > Tawuran Oh Tawuran

Tawuran Oh Tawuran

Tawuran. Siapa yang memulai semua itu, semua menunjukkan kekuatan dan semua menampilkan permainan, tak perduli siapa dan apa yang ada disekitar mereka, apakah itu pengaruh miras atau bisikan maut seorang Tuan? Entahlah.

Mereka lupa, yang dihadapi adalah saudara sendiri, saudara yang sama-sama berpeluh mencari sesuap nasi. Sedangkan sekelompok orang sibuk menakar untung dari keringat dan darah yang diteteskan. Kami sendiri tidak mengerti, apakah kami yang terlalu bodoh atau Tuan yang terlalu pintar? Entahlah.

Kami hanya ingin tenang mencari makan untuk anak dan istri, hanya ingin mencari sekilo beras, bukan untuk memperbanyak isi nomor rekening. Kami tidak menuntut banyak, jika Tuan lebih pintar dari kami, bijaksanalah untuk membimbing kami, bukan untuk menjerumuskan. Apakah Tuan merasakan apa yang kami rasakan? Entahlah.

Tawuran. Semua itu hanya menyisakan kepedihan diantara kita. Memberikan air mata kepada orang tua yang membanting tulang mencari makan untuk anaknya. Masih adakah rasa persaudaraan diantara kita? Masih senangkah Tuan menjadi penjual arang daripada perangkai bunga? Entahlah.

Iklan
  1. 25/04/2011 pukul 10:12 am

    Haha, tawuran gak ada untungnya. 😀

  2. 22/04/2011 pukul 12:20 am

    Bli..aku suka kedamaian..
    rasanya adem di hati..

    Tawuran ? males banget kalo nonton2 di TV tuh,orang ga ada kerjaan aja..
    cape2 yah..!!

    • 23/04/2011 pukul 3:17 pm

      Damai dan saling bercerita lewat blog mbak yach

  3. 21/04/2011 pukul 10:11 pm

    Tauran…. takan ada baiknya. hanya menyisakan kesedihan dan kepiluan, lalu menyesal datang dari belakangan….

    Sekadar info. maaf, ini bukan spam:
    Ikuti Lomba Review Novel Curhat Sang Presiden.

    Hadiahnya
    Pemenang review terbaik Facebook dan Blog akan dirinci sebagai berikut:

    1. Juara I : Rp. 1.000.000,-
    2. Juara II : Rp. 500.000,-
    3. Juara III : Rp. 300.000,-
    4. 3 foto terunik bersama buku Curhat Sang Presiden yang di-review akan mendapat masing-masing 1 buah flashdisc 2 gigabyte.
    5. Lima review yang masih dianggap bagus (di luar pemenang juara) akan mendapatkan masing-masing satu buah buku “Sorry jek, aku ‘gak bakal ketipu (lagi)!!!” terbitan Leutika Prio.

    Selengkapnya lihat di http://elloaristhosiyoga.blogspot.com

  4. 21/04/2011 pukul 8:10 pm

    qu liat di TV, sebenarnya seru bli, mereka saling lempar batu n mercun,, tapi setelah itu, baru dh itung2 berapa kerugian warga .. heheh

    salam 🙂

    • 23/04/2011 pukul 3:16 pm

      yah…begitulah keadaanya sekarang mbak

  5. 21/04/2011 pukul 8:08 pm

    iya bli, tawuran di senen kemaren ntu emang dah daari dulu kaya gitu, kadang hanya gara2 hal sepele, pecah perang antar warga ..

    😉

    • 23/04/2011 pukul 2:46 pm

      Banyak faktor yang menyebabkan mbak yach…anak muda mudah tersulut, dan orang tua membela anakknya

  6. 21/04/2011 pukul 6:09 pm

    Darah muda darahnya para remaja
    Yang selalu bangga walau salah tak mau mengalah….. darah muda
    **Bang Haji mode on
    Biasa kang, namanya anak muda, berpikirnya sekali saja, walau salah tak mau mengalah 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • 23/04/2011 pukul 2:44 pm

      Tapi sekarang banyak orng tua yang terlibat didalamnya kang

  7. r10
    21/04/2011 pukul 4:06 pm

    tawuran itu konyol, benar2 konyol

    • 23/04/2011 pukul 2:44 pm

      Lebih konyol dari yang paling konyol ya kang

  8. 21/04/2011 pukul 2:01 pm

    kita punya agama, nilai2 pancasila dsb, tapi sekarang hanya sebatas simbol saja, praktek di lapangan masih nihil…
    Rindu damai dan bersatu

    • 23/04/2011 pukul 2:43 pm

      Sama mas…saya sangat merindukan rasa damai itu

  9. 21/04/2011 pukul 10:00 am

    entah kenapa sering ada tawuran atau bentrok akhir2 ini
    antara warga dan warga
    antara pelajar dengan pelajar
    antara seporter dengan suporter
    antara warga dan polisi
    antara warga dan TNI

    menyedihkan

    • 23/04/2011 pukul 2:42 pm

      Kurang memikirkan apa yang akan diperoleh ya AA..tapi itu juga bagian dari cerita kehidupan yach

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: