Tawuran Oh Tawuran

Tawuran. Siapa yang memulai semua itu, semua menunjukkan kekuatan dan semua menampilkan permainan, tak perduli siapa dan apa yang ada disekitar mereka, apakah itu pengaruh miras atau bisikan maut seorang Tuan? Entahlah.

Mereka lupa, yang dihadapi adalah saudara sendiri, saudara yang sama-sama berpeluh mencari sesuap nasi. Sedangkan sekelompok orang sibuk menakar untung dari keringat dan darah yang diteteskan. Kami sendiri tidak mengerti, apakah kami yang terlalu bodoh atau Tuan yang terlalu pintar? Entahlah.

Kami hanya ingin tenang mencari makan untuk anak dan istri, hanya ingin mencari sekilo beras, bukan untuk memperbanyak isi nomor rekening. Kami tidak menuntut banyak, jika Tuan lebih pintar dari kami, bijaksanalah untuk membimbing kami, bukan untuk menjerumuskan. Apakah Tuan merasakan apa yang kami rasakan? Entahlah.

Tawuran. Semua itu hanya menyisakan kepedihan diantara kita. Memberikan air mata kepada orang tua yang membanting tulang mencari makan untuk anaknya. Masih adakah rasa persaudaraan diantara kita? Masih senangkah Tuan menjadi penjual arang daripada perangkai bunga? Entahlah.

Iklan