Beranda > Kehidupan > Cerita Pos Kamling

Cerita Pos Kamling

Dua orang pemuda sedang duduk di Pos Kamling.

Katanya jaman sudah berubah, tapi mengapa harga barang masih naik? Mengapa lapangan pekerjaan susah? Semua serba mahal? Kapan aku punya uang kalau begini, keluh Bladur.

Budi tersenyum dengan tingkah sahabatnya dan berkata.

Dur..harga barang naik kamu harus hadapi dengan cermat, misalkan kamu punya uang 100, nah 30 untuk memenuhi kewajiban kamu, memenuhi kebutuhan istri dan anak, 30 lagi untuk kesenangan (beli baju,celana, dsbnya), yang 40 kamu tabung untuk masa depan. Jadi kamu tidak akan kesulitan dikemudian hari.

Bladur garuk-garuk kepala dan kebingungan.

Bud, kalau membagi 30 kewajiban, 30 kesenangan dan 40 tabungan, aku masih mengerti, cuman mendapatkan uang yang 100  itu aku tidak mengerti dari mana?

Sekarang giliran Budi yang garuk-garuk kepala, menghadapi sahabatnya ini.

Dur..dalam hidup kita harus selalu berusaha, harus tekun dengan pekerjaan yang kita bidangi. Jangan melihat orang sukses menanam lombok karena lombok mahal, kamu ikut menanam lombok, begitu kamu panen harga lombok sudah turun. Tekuni pekerjaan kamu yang sekarang secara profesional, aku yakin kamu akan memperolah hasil yang memuaskan.

Bladur tambah bingung dengan jawaban Budi.

Bud, untuk menjadi profesional itu perlu biaya, dan permasalahan disini aku ini tidak punya uang. Saat orang haus hendaknya kamu kasi air, saat orang lapar hendaknya kamu beri makan, nah saat orang perlu uang kamu kasi uang, bukan ceramah Bud.

Budi bingung dan pusing menghadapi temannya ini.

Dur, kepala kamu yang botak bagian depan itu sebuah karunia. Jadi berdayakan dengan baik. Kamu tahu ngak kalau botak itu dibagi tiga? Jika botak bagian depan menandakan orang itu berpikiran luas dan pintar, botak bagian atas itu over sex, ilmu nolak urusan cewek cepat nangkap, jika botak semua berarti stress 👿 Berhentilah membanding-bandingkan orang lain, kamu harus berpikiran positif.

Dengan kebutuhan hidup yang semakin luas kamu harus bisa membaca situasi jaman, jangan hanya protes saja, nanti kamu setress. Bagaimana upaya kamu untuk meningkatkan ketrampilan dan kreativitas sehingga bisa menghasilkan uang dengan jalan kebaikan. Kamu mempunyai ketrampilan seni ukir kayu, jika masih ada barang dirumah aku bantu memasarkannya dech.

Bladurpun mengusap kepalanya yang botak bagian depan, sambil bergumam “Botak ini memiliki makna.”

Iklan
  1. 14/04/2011 pukul 6:55 pm

    suka tulisan yg bermakna tersirat seperti ini ,Budi
    hebatnya anakku yg ganteng ini makin hari, makin bijak 🙂
    bunda jadi ikut merenungi tulisan ini
    terimakasih ya Budi, krn telah berbagi 🙂

    ( sambil ngecek rambut, kalau banyak uban nya , apa yaa artinya??
    itu tanda sepuh buuuunnn……. hahahahah…. ) 😀 😀 😀
    salam

  2. 14/04/2011 pukul 5:24 pm

    botak bagian tengah,, baru paham saya bli 😆
    jangan besar pasak daripada tiang,, lihat kedalam diri sendiri yaa..

  3. 14/04/2011 pukul 5:11 pm

    hahaha bener..setujuuu saya juga sekarang mau mulai fokus dengan apa yang saya bs..biar bs menghasilkan salam kenal mas bud 🙂

  4. 13/04/2011 pukul 10:58 pm

    saya botak lho :mrgreen:

  5. 13/04/2011 pukul 10:51 pm

    Hehehe… lucu…
    karakter budi pintar nasehatin teman, tapi kok garuk-garuk kepala mulu, ketombean ya? hehe…
    cerita di pos kamling… khas cerita pedesaan, aku suka.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: