Skip to content

Sarjana Yang Sujana

12/04/2011

Saat itu Budi sedang bingung.

Budi, apa yang kamu kerjakan nak? Tegur ayah. Dengan tangan masih memegang secangkir kopi, ayahpun duduk disebelah Budi. Lagi menentukan pilihan untuk skala prioritas yah, jawab Budi. Ayah meminum kopi kemudian meletakkan kembali di atas meja.

Budi, dalam hidup kadang kita dihadapakan dalam dua persoalan, dan sulit untuk memilihnya. Misalnya begini:

Saat kamu pergi ke sungai, dalam perjalanan kamu  melihat seekor ular membelit kodok dan kodok itu berteriak minta tolong. Apa yang akan kamu lakukan? “Saya akan memukul ular itu dengan kayu ayah,” jawab Budi. Jika kamu memukul ular itu, memangnya ular itu mau makan cap cay? kembali ayah bertanya.

Budi bingung dan garuk-garuk kepala, terus bagaimana ayah?

Kodok itu memang makanannya ular, jadi wajar saja kalau dia mau memakan kodok, karena tidak mungkin kita ngasi makan ular dengan cap cay, itu baru permasalahan yang ada sekitar kita. Belum lagi masalah lain yang lebih besar.

Masalah lain lebih besar bagaimana ayah? Budi masih bingung.

Ambil contoh begini, seorang dokter berkata, “Merokok tidak baik untuk paru-paru, mengakibatkan kanker, impotensi, kemandulan dan matikanlah rokok Anda sebelum rokok mematikan Anda.”

Disatu sisi, jika pabrik rokok ditutup, berapa hektar kebun tembakau yang terbuang, berapa orang yang kehilangan pekerjaan, devisa negara berkurang, pengangguran tinggi. Maka pemerintahpun mengeluarkan keputusan yang gamang, rokok tetap diproduksi, larangan merokok tetap ada.

Disinilah diperlukan kecerdasan kamu untuk memilih, dan ayah berharap kamu bukan hanya menjadi sarjana saja, namun jadilah “Sarjana yang sujana.” Sarjana itu orang yang pendidikannya tinggi/ahli, sujana itu orang berbudi, bijaksana, pandai. Jadi bukan saja ahli namun tetap berbudi dan bijaksana. Jika ayah jadi kamu, jangankan S1, S16 akan ayah kejar:mrgreen:😆

Budi hanya tersenyum, dan berusaha menyimak pesan ayahnya.

*Mohon maaf tidak ada maksud lain dari cerita diatas, hanya sebatas ilustrasi dalam mengambil suatu kebijakan, sukses bersama Anda.

22 Komentar leave one →
  1. 15/04/2011 10:19 pm

    kalau gitu hidup sarjana yang sujana😀
    http://ardhyanz.wordpress.com

  2. 14/04/2011 5:15 pm

    hehe krusial memang😀 harus bs pinter mendahulukan prioritas..

  3. 12/04/2011 10:21 pm

    waw….sangat dalam dan penuh makna tulisannya mas….pendek tapi jelas maknanya…kereeeeeennnnn….

    salam🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: