Suatu Malam di Sudut Kota

*Sementara Budi menikmati malam di salah satu cafe

Wah…kamu sedang asik ya Bud, sapa seorang teman. Hai…Vic, ia aku lagi iseng mainan kesini, dirumah sumpek, jawab Budi. Disini kurang seru kalau menghilangkan sumpek, balas Victor. Terus tempat yang seru dimana Vic, tanya Budi. Tempat yang seru dan asik menghilangkan sumpek itu clubbing coy. Disana kamu akan banyak ketemu cewek, dan kita bisa ngapain aja sama cewek-cewek itu, one night stand, you know?

Budi terdiam sejenak kemudian berkata.

O.N.S…One Night Stand? Ya adikku pernah bilang tentang hal itu. Vic…kamu tahu ngak? Di kampung  kita sudah banyak yang meninggal karena penyakit AIDS. Itu semua karena pergaulan sex bebas. Penyakit ini diakibatkan oleh virus HIV, sekali kamu kena virus ini maka kamu akan menyesal seumur hidup. Berarti penyakit ini gawat ya Bud, tanya Victor.

Vic…sekarang aku bertanya, apa perbedaan penyakit AIDS dan Tungro? Victor menggeleng. Kalau penyakit AIDS itu penyakit pada manusia sedangkan penyakit  Tungro itu pada padi, jawab Budi. Penyakit Tungro bisa ditanggulangi dengan penanaman bergiliran, misalnya sekarang menanam padi habis panen padi menanam jagung, begitu seterusnya. Sedangkan penyakit AIDS  “b****g” kamu tidak boleh digilir sobat 😆

Jika  digilir kamu rawan kena AIDS, tahu kepanjangannya Vic? Tanya Budi. Victor menggeleng lagi. AIDS itu “Akibat Itunya Dimasukkan Sembarangan,” :mrgreen: 😆 setelah itu kamu akan MPP (Mati Pelan Pelan) kelakar Budi. Makanya hindari dan jangan pernah melakukan pergaulan sex bebas.

Penyebaran penyakit AIDS itu lebih banyak terjadi melalui hubungan seksual. Selain itu mempergunakan jarum suntik bergiliran bisa terkena AIDS, transfusi darah dari orang yang kena virus HIV bisa mengakibatkan AIDS, seorang ibu yang menyusui dan ia mengidap HIV anaknya bisa tertular AIDS. Jadi penyakit ini gawat sobat.

Seandainya kita jabat tangan atau berpelukan dengan orang yang mengidap AIDS gimana Bud, tanya Victor.

Seandainya ada masyarakat kita yang terkena penyakit AIDS janganlah dikucilkan, karena penyakit AIDS tidak menular melalui pandangan mata, jabatan tangan atau berpelukan. Hargailah pribadinya, ajak dia bergaul dengan masyarakat karena kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Jika ada saudara atau teman kita yang sudah terkena, ingatkanlah untuk berobat yang rutin. Bagi yang belum, jika merasa sering melakukan sex bebas periksakan diri ke dokter, sebab virus ini tidak menampakkan diri diawal, setelah 5 sampai 10 tahun baru dia kelihatan, itu yang aku ketahui dari teman dokter Vic, jawab Budi.

Victor hanya tersenyum mendengar ocehan Budi, dan berkata.

Budi..Budi.., dasar otak lo itu memang susah diajak santai, serius terus tapi kalau dipikir, bener juga yang lo sampaikan tadi. Oke dech aku nongkrong sama kamu saja, lagian sudah lama aku tidak ngopi bareng sama kamu.

 

Iklan

29 pemikiran pada “Suatu Malam di Sudut Kota

  1. nice post Bli 🙂
    ada terlalu banyak orang yang menganggap bahwa yang namanya anak gaul, ngeseks itu wajar.. hiiyyy ngebayanginnya aja serem apalagi akibatnya.. mendingan puas2in ntar kalo udah halal aja ya hehe.. :mrgreen:

  2. jadi ingat kata2mu waktu itu Budi,
    kalau saja yg terkena AIDS itu adalah orang2 yg suka ‘jajan’ sembarangan atau menggunakan jarum suntik narkoba , saya gakkan peduli, bunda
    namun, pd istri dan anak2 nyalah yg kita miris ya Budi.
    krn mereka ikut terkena dampak dr kenakalan sang kepala keluarga yg tdk semestinya 😦
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s