Skip to content

Hidup Perlu Perjuangan

05/04/2011

*Saat aku membolak balik koran mencari lowongan kerja.

Ayah berbicara, Budi…hidup itu memang berat dan sulit serta butuh perjuangan untuk suatu harapan agar kita bisa tenang, aman dan santai. Maksud ayah? Tanya aku kepada ayah.

Ayah itu introspeksi terhadap diri. Dahulu betapa berat dan betapa sulit perjuangan ayah untuk mendapatkan ibumu yang cantik seperti bintang iklan. Ayah orangnya jelek dan harus bersaing dengan orang-orang yang ganteng, tetapi kenyataan berbicara lain, ibumu memilih ayah yang jelek ini.

Kenapa ayah yang dipilihya?

Kamu tahu berapa are sawah ayah jual untuk mendapatkan ibumu? terang ayah. Aku tersenyum:mrgreen: dan kembali bertanya, memang perlu modal ayah?

Jaman sekarang, wanita sudah intelek, matanya sudah melek, tidak cukup dengan rayuan gombal saja. Jaminan masa depan cerah, hidup bahagia dan sejahtera itu yang diharapkannya. Dan karena ayah siap berkorban demi cinta kepada ibumu makanya ia memilih ayah. Jangankan sawah, celana kolor siap ayah korbankan waktu itu. Akupun tertawa geli😆:mrgreen:

Sekarang ayah berat dan sulit mendapatkan ibumu, besok lusa setelah menjadi istri, ayah bisa tenang, bisa aman, bisa santai karena ada yang nyiapin makan, minum, mencuci baju serta  menemani ayah tidur.

Setelah ayah menikah dengan ibu, apakah ayah bisa tenang, aman dan santai?

Belum anakku. Dua tahun ayah menikah dengan ibumu, belum juga mempunyai anak. Sekian banyak dukun ayah datangi,  begitu banyak tabib ayah kunjungi, namun semua tidak memberikan hasil. Hingga suatu ketika ada dokter yang mengatakan kalau hormon ayah kurang sehat, dan disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergisi dan mengikuti petunjuk dokter.

Begitu banyak biaya yang ayah keluarkan untuk melakukan cek up, namun  demi untuk mendapatkan momongan ayah rela. Sekarang ayah susah dan berat, besok lusa setelah punya anak, ayah pasti tenang, pasti aman, pasti santai.

Setelah ibu hamil apakah ayah bisa tenang, aman dan santai?

Belum anakku. Begitu ibumu hamil, ayah semakin berat dan sulit. Ibumu harus makan makanan yang betul-betul sehat dan bervitamin, ibumu harus cek up ke dokter dan itu mengeluarkan biaya yang banyak.

Pkl 04:00 ibumu membangunkan ayah untuk mengajaknya jalan-jalan, agar saat melahirkan kamu lebih mudah. Kamu tahu jam-jam segitu sedang enak-enaknya tidur, sementara pkl 06:30 ayah harus mencangkul sawah, betapa habis tenaga ayah saat itu😦

Tapi demi kecintaan ayah kepada ibumu dan harapan mempunyai anak, ayah rela. Besok lusa setelah kamu lahir ayah pasti tenang, pasti aman, pasti santai.

Setelah aku terlahir apakah ayah bisa tenang, aman dan santai?

Budi akan bercerita di episode berikutnya, terima kasih atas kerendahan hati sahabat telah membacanya dan sampai ketemu besok pkl 10.00 wita

23 Komentar leave one →
  1. 09/04/2011 1:09 pm

    Ayah yang hebat banget Budi🙂
    sampaikan salam bunda utk Beliau yg selalu terus berjuang tanpa henti
    benar2 seorang ayah yg mengagumkan🙂
    salam

  2. 07/04/2011 10:51 pm

    karena katanya kalo perjuangan bikin hidup lebih hidup… *Semangat ah…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: