Skip to content

Menjadi Seorang Pemimpin

04/04/2011

*Pagi itu.

Bud..duduk sini! Temani ayah minum kopi, panggil ayah kepada diriku. Kebetulan lagi santai akupun menemani ayah minum kopi sambil menikmati pisang goreng buatan bunda.

Sekarang ini kamu sudah sarjana, kira-kira langkah selanjutnya apa yang kamu tempuh? Tanya ayah. Maunya maju terus pantang mundur,  aku ingin menjadi Pemimpin Negeri, jawab aku dengan tegas. Ayah cuman tersenyum.

Bud..jika kamu menjadi pemimpin kamu harus ingat tiga hal, diantaranya Ing Ngarso Sun Tulodo yaitu di depan memberi contoh, Ing Madyo Mbangun Karso yaitu ditengah membangun semangat masyarakat dan Tut Wuri Handayani adalah memberi dorongan moral dan semangat kerja  kepada masyarakat.

*Sementara Budi masih terdiam, ayah menjelaskan kembali.

Sangatlah susah menjadi pemimpin, selain harus mampu menjalankan ketiga tersebut, paling tidak pemimpin juga harus memiliki modal 3O.

“O” yang pertama adalah otak yang cerdas. Cerdas intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual.

Cerdas intelektual, seorang pemimpin harus berpendidikan dan berwawasan yang luas, tidak kuper/katrok. Cerdas emosional, pemimpin itu harus tanggap dengan masalah yang dihadapi rakyat. Rakyat melarat cepat bantu, jangan hanya menjalankan program tanpa perduli dengan rakyat. Cerdas spiritual, pemimpin itu harus taat beribadah, sayang dengan lingkungan dan asih dengan rakyat sehingga hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan manusia, tetap berjalan indah.

“O” yang kedua adalah otot. Biarpun keinginan dan kemauan besar menjadi pemimpin,  kalau tidak punya masa untuk memilih, tidak punya team sukses untuk menjalankan kampanye, siapa yang mau menjadikan kita pemimpin?

“O” yang ketiga adalah ongkos. Seorang pemimpin harus memiliki ongkos (uang), jaman sekarang siapa yang mau dikasi janji saja. Team sukses melaksanakan kampanye apa cukup diberi semangat saja? Mereka butuh uang untuk membeli bensin, perlu makan dan minum dalam tugasnya, serta mereka juga punya istri dan anak yang butuh makan.

Nah kalau kamu tidak mampu memiliki dan menjalankan kesemuanya itu, lebih baik kamu diam dan tidak usah menjadi pemimpin, cukup cangkul sawah ayah dan jadi pemimpin keluarga yang baik saja:mrgreen:

*Pembicaraan merekapun berakhir dengan gelak tawa. Cerita ini hanya ilustrasi penulis saja, sukses untuk Anda.

28 Komentar leave one →
  1. 05/04/2011 8:07 pm

    bentar lagi aku diangkat jadi kopral bli…😆

  2. 05/04/2011 11:36 am

    @giewahyudi:heeee bener mas asal jangan omdo, itu brarti ngak masuk kriteria jd pemimpin ya, mending nyangkul.

    @akbar: heeee karena udah malam, jadi kopinya habis heeee

  3. 05/04/2011 2:57 am

    satu O lagi kelihitannya Obsesi bli… yah sebuah Obsesi ingin semata berjuang demi kepentingan rakyat

    eh bli kopine masih ada enggak, saya mulai ngantuk nih ngeronda dinihari hehe

  4. 04/04/2011 11:34 pm

    yang pasti bukan “O”, omong doang..🙂

  5. 04/04/2011 7:06 pm

    otak qu kurang cerdas, disekolah dulu raporku ada bunganya ..

    otot ku juga gak ada sama sekali, berantem ma teman sekali tonjok langsung ko ..

    ongkos .. buat naik taksi gak cukup, cuma bisa naek bis kota … heheh

    aku gak bisa jadi pemimpin bli ..🙂

    • 04/04/2011 9:26 pm

      Sama mbak Otakku jaka sembung bawa golok😦
      Ototku juga lentur jadi ngak kuat ngangkat😦
      Ongkosku se iprit..beli rokok sendiri aja ngak mampu apa lagi beliin orang😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: