Untukmu Sahabat

Sahabat, tidak hanya kamu yang merasakan kepedihan. Semua orang pernah merasakan kehilangan, hingga ia berderai air mata. Saat engkau mencoba melupakan dirinya dan saat itu engkau tau dia tidak sendiri, saat itu pula rasa perih kian menyayat.

Sahabat, aku pernah tertawa, karena saat itu aku merasakan keindahan dalam hati. Taman cinta kian bersemi, hingga aku tak mengenal apa itu air mata, bahkan aku lupa dengan dirimu.

Sahabat, aku pernah mengeluarkan air mata bahagia. Bahagia karena aku memilikinya dan takut kalau itu hanya bersifat semu, takut itu akan berakhir begitu saja, hingga suatu ketika aku kehilangan dirinya.

Sahabat, aku juga pernah tersenyum. Tersenyum saat kami menyatakan perpisahan, kamu tahu kenapa? Karena aku sangat yakin cinta itu tidak harus memiliki, karena Tuhan Maha Pemurah dan akan memberikan cinta lain yang lebih baik dari sekarang.

Sahabat, dalam kesendirian aku pernah berbicara dengan malam, dia mengatakan kalau cinta tidaklah memperebutkan singgasananya, kalau cinta tidak membutuhkan sebuah pengakuan, namun cinta itu hanya mencari dirinya sendiri.

Sahabat, jika saat ini kamu bersedih, mungkin saat ini bintangmu belum bersinar, namun yakinlah keadaan ini tidak selamanya begini. Cinta itu bukan sekejab mata, bersabarlah karena Tuhan pasti mempersiapkan sesuatu yang indah kepadamu.

Sahabat, masih banyak lembaran hidup yang perlu kamu tuliskan. Hargai anugrah itu, dan tetaplah melangkah, hidup ini begitu singkat, sesingkat kilatan petir, jadi manfaatkanlah setiap detiknya.

Sahabat, kutunggu setiap jawabmu.

Iklan