Sepenggal Cerita Tentang “Dia”

Tenang dan begitu sunyi, namun kenapa dengan Dia? Tak satupun kata yang membuat si Noki bergetar, tak ada bisikan yang membuat si Noki bernyanyi. Ia begitu tenang, terpaku pada tempatnya yang manis, namun tidak demikian dengan  Dia.

Begitu banyak rasa yang tak terungkap ketika Dia bicara, begitu pula dengan kata, tak pernah terucap ketika hendak bicara tentang Dia.

Ditengah gemerlapnya bintang malam, dalam lelah Dia bersandar, kucoba untuk menorehkan doa hingga Dia tersenyum walau bukan tertawa.

Perlahan Dia berdiri, menyusuri jalan. Menjadikan setiap langkah adalah kobaran api, yang membakar setiap batang emas menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Dia kembali tersenyum, Dia merasakan sesuatu kehadiran yang lebih manis dalam pencampuran cinta dan ketakutan. Namun Dia selalu jujur, karena Dia tak pernah berdusta, tentang apa yang dirasakannya.

 

Iklan

21 pemikiran pada “Sepenggal Cerita Tentang “Dia”

  1. Cieeeee cieeeeee
    Prikitiwwwwww
    Aku udah balik lo,,‎​ƪ(‾ε‾“)ʃ ‎​ƪ(‾ε‾“)ʃ

    Sopo toch Dia bangggg
    Adek mu kok gak tahu,,
    *nangis di pojokan,, ngambek ahhh gak di kasih tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s