Sepenggal Cerita Tentang “Dia”

Tenang dan begitu sunyi, namun kenapa dengan Dia? Tak satupun kata yang membuat si Noki bergetar, tak ada bisikan yang membuat si Noki bernyanyi. Ia begitu tenang, terpaku pada tempatnya yang manis, namun tidak demikian dengan  Dia.

Begitu banyak rasa yang tak terungkap ketika Dia bicara, begitu pula dengan kata, tak pernah terucap ketika hendak bicara tentang Dia.

Ditengah gemerlapnya bintang malam, dalam lelah Dia bersandar, kucoba untuk menorehkan doa hingga Dia tersenyum walau bukan tertawa.

Perlahan Dia berdiri, menyusuri jalan. Menjadikan setiap langkah adalah kobaran api, yang membakar setiap batang emas menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Dia kembali tersenyum, Dia merasakan sesuatu kehadiran yang lebih manis dalam pencampuran cinta dan ketakutan. Namun Dia selalu jujur, karena Dia tak pernah berdusta, tentang apa yang dirasakannya.

 

Iklan