Di Simpang Jalan

Lampu lalu lintas menyala kuning. Terlihat mobil Jazz warna putih melaju dengan kencang, namun kecepatannya kalah dengan lampu yang telah berubah merah. Seakan jalan itu miliknya sendiri, mobil itu masih melaju dan menerobos lampu merah.

Terdengar pluit pak Polantas sambil melambaikan tangan memberi peringatan agar mobil itu berhenti. Mobilpun melaju perlahan dan berhenti di pinggir kiri jalan. Pak Polantas mendekat dan terjadi percakapan diantara mereka.

Pengemudi mobil nampak kesal, karena Polantas itu membawa SIM dan STNKnya ke Pos Polisi dan menuliskan sesuatu. Diapun menggerutu “ Sok banget, sama teman sendiri saja sampai segitunya, mentang-mentang jadi Polisi kamu sekarang.”

Beberapa menit kemudian, Polisi itu menghampiri dan mengetuk pintu mobil serta menyerahkan secarik kertas, tanpa berkata Polisi itu berlalu ke Posnya.

Dengan wajah yang kesal si pengemudi menerima kertas itu. Betapa kagetnya dia ketika dibuka, ternyata SIM serta STNKnya dikembalikan. Berarti dia tidak menilangku, dan ini kertas apa? setelah dibuka, ternyata dikertas itu ada tulisan tangan pak Polisi yang nota bene adalah teman semasa SMUnya.

Hi sobat, aku senang lihat kamu hari ini, kamu tau sobat ? seminggu yang lalu di jalan ini terjadi kecelakaan dan merenggut nyawa seorang bocah, karena ditabrak pengemudi mobil yang menerobos lampu merah.

Pelakunya kena ancaman hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp.12 juta, setelah itu dia bebas dan bisa bertemu dengan istri serta anak tercintanya.

Sedangkan bagaimana dengan orang tua si bocah? sampai saat ini dia masih berduka. Karena bocah itu anak satu-satunya, sementara istrinya tidak bisa mempunyai anak lagi. Seringkali dia berusaha memaafkan pengemudi itu, tapi tetap tidak bisa.

Maafkan aku sobat telah mengganggu harimu, hati-hati dijalan dan ingat keluargamu menanti dirumah, selamat jalan!

Pengemudi itu keluar dari mobil seraya mencari Polisi sahabatnya, namun Polisi itu telah pergi karena jam tugasnya telah selesai.

Tidak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain, kadang kala sukanya kita adalah dukanya orang lain, hidup ini sangat berarti, jalanilah hidup ini dengan penuh hati – hati.

Iklan