Skip to content

Di Simpang Jalan

29/03/2011

Lampu lalu lintas menyala kuning. Terlihat mobil Jazz warna putih melaju dengan kencang, namun kecepatannya kalah dengan lampu yang telah berubah merah. Seakan jalan itu miliknya sendiri, mobil itu masih melaju dan menerobos lampu merah.

Terdengar pluit pak Polantas sambil melambaikan tangan memberi peringatan agar mobil itu berhenti. Mobilpun melaju perlahan dan berhenti di pinggir kiri jalan. Pak Polantas mendekat dan terjadi percakapan diantara mereka.

Pengemudi mobil nampak kesal, karena Polantas itu membawa SIM dan STNKnya ke Pos Polisi dan menuliskan sesuatu. Diapun menggerutu “ Sok banget, sama teman sendiri saja sampai segitunya, mentang-mentang jadi Polisi kamu sekarang.”

Beberapa menit kemudian, Polisi itu menghampiri dan mengetuk pintu mobil serta menyerahkan secarik kertas, tanpa berkata Polisi itu berlalu ke Posnya.

Dengan wajah yang kesal si pengemudi menerima kertas itu. Betapa kagetnya dia ketika dibuka, ternyata SIM serta STNKnya dikembalikan. Berarti dia tidak menilangku, dan ini kertas apa? setelah dibuka, ternyata dikertas itu ada tulisan tangan pak Polisi yang nota bene adalah teman semasa SMUnya.

Hi sobat, aku senang lihat kamu hari ini, kamu tau sobat ? seminggu yang lalu di jalan ini terjadi kecelakaan dan merenggut nyawa seorang bocah, karena ditabrak pengemudi mobil yang menerobos lampu merah.

Pelakunya kena ancaman hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp.12 juta, setelah itu dia bebas dan bisa bertemu dengan istri serta anak tercintanya.

Sedangkan bagaimana dengan orang tua si bocah? sampai saat ini dia masih berduka. Karena bocah itu anak satu-satunya, sementara istrinya tidak bisa mempunyai anak lagi. Seringkali dia berusaha memaafkan pengemudi itu, tapi tetap tidak bisa.

Maafkan aku sobat telah mengganggu harimu, hati-hati dijalan dan ingat keluargamu menanti dirumah, selamat jalan!

Pengemudi itu keluar dari mobil seraya mencari Polisi sahabatnya, namun Polisi itu telah pergi karena jam tugasnya telah selesai.

Tidak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain, kadang kala sukanya kita adalah dukanya orang lain, hidup ini sangat berarti, jalanilah hidup ini dengan penuh hati – hati.

17 Komentar leave one →
  1. 31/03/2011 10:56 pm

    Adekmu gak suka ngelanggar lampu merah kok,,
    Cuma suka nyebrang sembarangan (^o^)
    Hee hee heee

    Waktu itu pernah baca cerita ini status FB siapa yaa

  2. 30/03/2011 8:12 am

    surat cinta dari Pak Polisi yg begitu simpatik,
    mampu membuat pengendara tersentuh nuraninya , agar mentaati rambu, demi keselamatan sesama pengguna jalan
    salam

  3. 29/03/2011 9:47 pm

    ini namanya surat cinta dari sang polisi.🙂
    kecerdasan juga dinilai dari seberapa besar empati kita kepada orang lain di sekitar kita.
    salam hangat bli, ^_^

  4. 29/03/2011 9:31 pm

    Sepertinya enggak akan mendapatkan surat semacam ini, polisi mana yang kayak gitu coba?

    • 30/03/2011 6:21 am

      Buah kelapa dalam satu pohon tidak semuanya rusak mas..saya sangat yakin sekali satu atau dua diantaranya ada yang buahnya bagus, bahkan airnya juga manis.. karena kita semua mempunyai sisi baik dan buruk

  5. 29/03/2011 4:42 pm

    mantap nih ceritanya, bli! empati harus peka pada semua orang.

  6. 29/03/2011 4:14 pm

    sepakat bli,,,aturan itu tak membedakan teman dan bukan teman ya bli,,,salam

  7. 29/03/2011 4:00 pm

    amiiin..semoga kita semua dapat menjalani hidup ini dg hati-hati.
    hidup kita, tanggungjawab kita

  8. 29/03/2011 3:27 pm

    kata2 yg menyentuh, membuat saya akan lebih hati2 di jalanan, terima kasih untuk tulisannya

  9. 29/03/2011 11:19 am

    sungguh cerita yang sangat menyentuh Bli,,
    setuju sekali dengan pengertian itu tidak akan pernah seragam
    selamat bertugas bli🙂

  10. 29/03/2011 11:18 am

    Terima kasih bnyk ya pak krn gak nilang aku. Aku cepet2an nih. Lain kali ga akan melanggar lalin lagi. Bapak baik dech…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: