Pecandu Narkoba, Mereka Haus Perhatian

Narkoba. Mahluk  ini ibarat Tsunami yang melanda kehidupan masyarakat. Meskipun berat namun kita harus melakukan perang terhadap narkoba. Kenapa saya katakan berat? Kita pasti semua sudah mengetahuinya, bagaimana peredaran narkoba itu merambah kehidupan sosial masyarakat akhir-akhir ini.

Banyak kepala dan tangan yang bermain, mereka hanya mencari keuntungan semata. Namun saya hanya tertuju pada saudara kita yang menjadi korban narkoba, apakah itu merupakan aib? Meskipun itu sudah terjadi namun jangan mengatakan sebagai aib.

Banyak orang tua atau keluarga yang merasa malu jika ada salah satu keluarga mereka menjadi pecandu narkoba. Namun demikian, bukan berarti kita harus mempertahankan stigma tersebut. Karena hal ini akan membuat tertutupnya pintu masa depan bagi pecandu itu sendiri.

Cobalah kita berbagi informasi diantara sesama, kita harus berani akan suatu keterbukaan jika ada salah satu keluarga kita yang terlibat narkoba, sehingga kita saling bekerja sama untuk mencabut akar permasalahan itu sendiri.

Lalu bagi kita yang keluarga tidak ada riwayat narkoba, janganlah seperti tidak mau tau atau masa bodo, janganlah menggunjingkan mereka yang terlibat narkoba. Karena biar bagaimanapun narkoba itu datang tidak mengenal siapa diri kita.

Saya mengatakan demikian bukan berarti saya sok menggurui atau berusaha untuk memberikan suatu pelajaran, sama sekali tidak. Kita semua mempunyai peran masing-masing untuk memerangi narkoba, tapi bukan berarti kita harus memusuhi mereka yang pemakai, mereka hanya korban dan butuh perhatian kita semua selaku keluarganya.

Kepada saudaraku yang pemakai narkoba, kebahagiaan itu bukan ada pada barang tersebut, namun kebahagiaan itu ada pada saat keselarasan antara pikiran, perkataan dan perbuatan, say no to narkoba.

Iklan