Tetanggaku Janda

Menyandang status janda tidaklah mudah. Tidak ada wanita yang menginginkan status ini, namun ketika itu terjadi maka tanggapan miring/stigma negatif harus ia hadapi dalam lingkungan masyarakat maupun kerja.

Ia harus menghadapi persoalan hidup sendiri, dari mencari nafkah, mengurusi anak, belum lagi mendapat sindiran dan sering dicemooh oleh ibu-ibu lain, bilang ini dan itu, tukang goda suami oranglah, padahal suaminya yang tukang goda janda.

Adapula dari beberapa laki-laki, memandang janda itu sebagai wanita yang mudah untuk dibujuk dan nakal. Fenomena sosial seperti ini sering dialami oleh saudara kita yang menyandang status janda.

Masih banyak lagi kegetiran lain yang dialami oleh wanita yang menyandang gelar janda. Kita hanya melihat status dia tanpa pernah tau, kalau sesungguhnya status janda yang dialaminya suatu keterpaksaan.

Mengapa kita selalu memojokkan status janda dan menganggap lebih rendah dariย  mereka yang mempunyai suami? Mengapa pula setiap tindakan yang dia lakukan kita tafsirkan sebagai kepalsuan, hanya untuk menggoda kaum laki-laki?

Ah… ini hanya sekedar cerita saat melihat tetangga saya yang berstatus janda, sering di gunjingkan orang di warung, hanya karena dia ramah bertegur sapa, hanya karena ia lebih cantik dan seksi.

Iklan