Skip to content

Cuaca Kehidupan

13/03/2011

Mentari pagi tak sesejuk yang kurasa, hebusan angin tak seperti biasanya. Meskipun dia baru menggeliat dari tidur, namun sengatannya telah membuat daun enggan untuk berdiri, embun malas untuk menari dan bunga lelah untuk bersemi.

Cuaca kehidupan tak seperti yang kubayangkan. Kepanasan kian terasa dimana-mana, entah itu didalam maupun diluar, berAC maupun tidak. Mengapa semua menyalakan lampu? Sedangkan hari telah terang. Mengapa kita masih berjemur? tak inginkah kita mencari kesejukan?

Kesejukan masih mungkin kita dapatkan. Ketika kita berniat untuk menyirami rumah masing-masing, dengan cinta dan kasih sayang, saling menerima kekurangan yang ada, tanpa mempertentangkan kebaikan dan keburukan, tanpa memperdebatkan benar dan salah, maka dawai harpa kehidupan akan mengalun dalam simfoni yang indah.

Simfoni yang indah akan mengajak burung untuk berkicau, bunga-bunga keluar dari relung semesta, angin yang berhembus membawa aroma kembang setaman, membawa kesejukan ke dasar danau hingga dia kembali biru dan bukit kembali hijau.

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: