Bulan Sabit
Malam itu, kulihat bulan tak begitu sempurna. Sinarnya begitu lembut, membelai wajah kita dengan sentuhan damai. Sebuah pantai tak begitu ramai, dengan riak ombaknya yang menghembuskan dingin, memaksa kita untuk saling melekatkan jemari.
Seiring dengan itu, perlahan engkau rebahkan kepalamu di dadaku yang tidak terlalu bidang. Memandang lurus ke arah bias sinar bulan sabit, yang bermain manja di antara riak ombak di pantai itu.
Perlahan engkau tengadahkan wajah, memandangku dengan iringan senyum kecil di bibir manismu. Entah apa yang kau dan aku rasakan saat itu, hanya satu kalimat bergolak dalam hatiku, “Ya, aku sangat menginginkan dirimu.” Kutarik nafas dalam-dalam seraya memelukmu erat, seiringi dengan bayangan sunyi di pantai itu.
Perlahan kau lepaskan pelukanku, memandangku penuh kasih. Dengan lembut engkau berkata, “Sayang, Aku sangat menyanyangi kamu.” Aku terdiam, kulihat rambut panjangmu yang tertiup angin sesekali menutupi wajahmu. “Aku juga sayang kamu, Melati..” jawabku penuh haru.
Sesaat kupandang bulan yang tak sempurna, bulan sabit. Ya. Bulan sabit, ia tetap bersinar indah, di antara bintang dan deburan ombak di pantai itu, “Sungguh besar karuniaMu Tuhan, sebagai anugrah yang tak terlupakan,” bisikku sambil memeluk rapat tubuhmu.
keren abis artikelnya
jujur saya masih belum paham kang sama post ini…
anak di bawah umur jangan membaca
waduuh.. romantisnya Bud…Jadi ikut ngebayanginnya he he..
Benjang rereh bulan kapangan…nikmati sensasinya mbok dek heee
Selamat Bulan Sabit Bli…
hahahah itu awal mulanya dulu pakde…jadi sekarang merayakannya
Tariiiikkkk…Bli ingat anak-anak dalam rumah…
hahahahah mbak evi…anak-anak tak titip dengan mbaknya dulu…saya ber honey2 dulu kikiki
“mbah” maksudnya kikikik
suit …. suit ..
cetak..cetak..
ada yang lagi jatuh cinta ternyata
Kalau udah mulai bergetar sedikit, bangkitkan kembali dengan cinta itu mbak yach. heee
yang indah sebetulnya bukan bulan sabitnya mas bud, tapi dua sejolinya itu
inguk2 cari melati…bener ngak yach
Melati? owh ternyata kau telah menduakan cintaklu dengan si kumbang itu ya hehehe
wis tah kalau Bli Arnaya yang bikin artikel gini pasti jagonya
Hahahahah….kang…melati itu wis punya ku kikikik
hmm.. sangat indah..
semalam bulan sabitnya juga sangat besar..
Apapun bentuknya yang penting aromanya kang yach heeee