Elegi Matahari
Wajah matahari terkantuk-kantuk menuju sudut barat. Perlahan cahayanya redup melintasi genangan air yang berdebur di antara batu karang. Kupandangi orang-orang di sekitarku. Mereka sealiran denganku. Pemuja senja di bibir pantai.
Pandanganku tak sepenuhnya tertuju pada senyum ceria pasangan muda-mudi itu. Sesekali, aku mencuri pandang ke arah matahari yang semakin lelah. Aku menarik napas dan menghembuskannya perlahan. “Matahari, hari ini engkau bekerja dengan baik, engkau pasti lelah dan tak sabar untuk tidur,” bisikku.
“Kamu salah saudaraku, matahari tidak pernah tidur, ia tidak pernah lelah apalagi mengantuk. Ia sengaja melihatkan sisi lain dari dirinya untuk engkau kagumi,” kata hatiku
“Lalu, mengapa matahari hendak sembunyi di peraduannya?” tanyaku.
“Matahari tidak bersembunyi, ia tetap terjaga. Meskipun waktu telah berubah menjadi sebutan malam, matahari tetap menanamkan hal yang terbaik. Matahari selalu menitipkan pesan, lewat pendar bintang maupun bias rembulan. Agar kamu dapat menikmatinya pada waktu yang berbeda,” ujar hatiku.
Putis, romantis habiss>>>
Ah, keren banget bahasanya, Bli Budi…
matahari memang selal ada buat kita.
Tak pernah tidur dan selalu terjaga
karena ia ngak pernah tidur yach mbak
aku juga pemuja matahari bli, bahkan sudah tak potret ratusan kali mungkin
kalau mbak Ely jangan ditanya lagi, sudah ahlinya
bukan ahli bli, tapi krn hobi saja, org motret juga msh ngawur
Hahahah mbakku ini merendah, gimana kabar di sana mbak?
karena bukan matahari yg menyebabkan siang & malam, melainkan rotasi bumi~
*baca buku fisika*
happy weekend~♬
betul
Ehm.. Bli Budi ini memang jagoan deh kalau membuat kata² indah dan romantis…
karena Matahari aku bisa melihat wajah cantikmu, uhuy,,,..
Haaa..langsung jungkir dari kursi
Aku tunggu Matahari esok pagi.
yang akan menyapaku, menghangatkanku..
dengan senyumannya..
Udah mbak,,,,sekarang udah muncul dari belahan Timur
Matahari Buka 24 Jam…
Ada pakde di Mall heee
Matahari: Aku tak tidur saudaraku, hanya meninggalkanmu sejenak untuk kuberikan cahayaku pada sudut bumi yang lain. Sementara saudaramu disana dapat giliran peneranganku, istirahatlah engkau sejenak, esok pagi aku pasti kembali..
Dan pagi ini, aku kembali memelukmu matahari, berharap engkau menemaniku dalam mewujudkan mimpi, kebetulan bacanya pagi mbak Evi
ff yang indah dan berhikmah.
Meski waktu telah merubah sebutan, matahari tetap menanamkan hal yang terbaik. Semoga kita bisa mengambil inspirasi darinya.
Jangan hanya saat berkampanye aja yang bagus, terakhirnya menghisap ya kang
ahhh, suka dengan kata2 di paragraf terakhir …
Yang mana tuh heee