Langsung ke isi

Cerita tentang Garam

19/05/2011

Garam. Dalam kegiatan masak-memasak ia pasti memberikan peranan yang sangat penting. Masakan terasa hambar jika tanpa garam, jika kelebihan garam orang akan berteriak keasinan. Lalu bagaimana jika takaran garam dalam masakan itu cukup? Peranan garam tidak pernah disebut, yang ada orang akan berkata, “Masakan ini enak.”

Begitu juga peranan seorang bawahan. Sering saya memperhatikan seorang bawahan sudah bekerja maksimal namun masih mendapat perlakuan yang kurang baik dari pimpinannya. Dimarah dan dibentak tanpa pernah bertanya apa yang sesungguhnya terjadi.

Bawahan sering kali hanya dijadikan sebagai alat, sehingga merekapun mendapat perlakuan atas otoritas Bos. Pemimpin yang baik seharusnya memperlakukan bawahan sebagai aset dan menggunakan otoritas seorang Bapak.

Garam akan tetap asin, entah itu dalam bentuk butiran besar maupun halus. Namun demikian, peranan garam selalu dibutuhkan untuk sesuatu yang mempunyai nilai jual lebih besar.

About these ads
45 Komentar leave one →
  1. 21/05/2011 3:46 pm

    Dalam masak, kalau terlalu banyak garam tidak baik. :)

  2. 20/05/2011 1:35 pm

    Dan saya masih menikmatinya mbak

  3. 20/05/2011 1:22 pm

    Tetap bersyukur di’peran’kan sebagai garam ya Bli :)

  4. 20/05/2011 12:05 pm

    wdh gk enak jadi bawahan bli,, makanya qu berenti kerja,, sekarang jadi boss diri sendiri .. hehehe :D

    • 20/05/2011 1:32 pm

      Nah itu dia, kalau udah jadi bos….pingin nyari garam…jangan diasinin terus yach…kasi gula dikit biar gimana gitu hahahahah

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: